Pangersa Abah Anom Hadir Menyelamatkan Muridnya

Rasulullah selain meninggalkan quran dan hadits, juga meninggalkan kader yang mewarisi tugas untuk tilawah, tazkiyah dan taklim. Mereka adalah para ulama pewaris nabi. Dalam dunia tarekat sering disebut mursyid.

Tugas Rasulullah SAW tergambar dalam surat al-Jum’ah, Ayat 2:

1. Tilawah,

Membacakan ayat-ayat Allah. Memperkenalkan kepada orang-orang tentang adanya petunjuk ‘langit’, dan meyakinkan mereka tentang kebanaran ayat-ayat ‘langit’ itu.

2. Tazkiyah,

Mensucikan jiwa pengikutnya. Tanpa kesucian jiwa maka makna ayat-ayat yang dibacakan tak akan terpahami dengan baik, tak juga ayat-ayat itu terasakan sebagai penggerak yang memotivasi orang untuk mengamalkannya.

3. Taklim,

Mengajarkan ketentuan-ketentuan Allah (hukum, kitab) juga tujuan dan manfaat dari ketentuan-ketentuan tersebut (hikmah).

Tugas-tugas Rasulullah dilanjutkan oleh Pangersa Abah Anom. Meskipun telah wafat pada 5 September 2011, kemursyidan TQN Pontren Suryalaya masih tetap berada pada Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (qs).

Ada sebuah kisah menarik dari ikhwan di Yogyakarta, Ust. Tukino. Suatu ketika ia ditelpon seorang yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. Ust. Tukino diajak bergabung dengan kiai yang mengklaim menjadi penerus kemursyidan Pangersa Abah Anom.

Sontak ia kaget ketika mendengar ajakan tersebut. “Oh ini lah maksud pesan mimpi semalam,” gumamnya dalam diri.

Melalui telpon, Ust Tukino bercerita bahwa malam sebelum diajak bergabung ia bermimpi sedang menghadiri pengajian kitab yang membahas tentang kemursyidan. Ia duduk bersila, menunduk melihat kitab.

“Saat itu saya mendengar suara seseorang sedang memberi pesan, ditujukan ke saya. Saya tidak mampu untuk mengangkat kepala, hanya menyimak yang disampaikan.”

“Kamu itu muridnya Pangersa Abah Anom, qalbumu ada dalam genggaman syekh mursyid. Jangan berpaling,” begitu pesan singkat seseorang yang berdiri dihadapan Ust. Tukino.

Ketika terbangun Ust. Tukino kaget dan bertanya-tanya tentang kejadian mimpinya. Semua terjawab ketika tidak lama kemudian telpon berdering ada seseorang yang sangat ia hormati mengajaknya untuk bergabung dengan kiai yang mengklaim penerus kemursyidan Pangersa Abah.

Sudah banyak kejadian seperti ini. Sejatinya Pangersa Abah masih terus membimbing murid-muridnya. Bahkan dengan terbebas dari tubuh fisik, bimbingan beliau semakin tajam dirasakan. Pangersa Abah Anom hadir menyelamatkan muridnya agar tidak tergelincir dalam perjalanan menuju Tuhan.

Rekomendasi
Komentar
Loading...