Panglima TNI: Resolusi Jihad Belum Pernah Dicabut!

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turut hadir dalam acara Kirab Nasional yang dihelat hari ini (22/10) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya Gatot menyampaikan jika perjuangan menjadi bangsa yang merdeka bukan hanya dilakukan oleh TNI, namun seluruh elemen masyarakat, khususnya para alim ulama.

Gatot juga menegaskan bahwa ada empat (4) kejadian penting bagi TNI yaitu; 17 Agustus yang menjadi hari kemerdekaan, 5 Oktober terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat yang selanjutnya menjadi Tentara Nasional Indonesia, 22 Oktober keluarnya resolusi jihad serta 10 November pertempuran besar di Surabaya setelah proklamasi kemerdekaan.

Setelah resolusi jihad dikeluarkan oleh KH. Hasyim Ashari, para santri di seluruh wilayah Indonesia berkomitmen untuk berjuang melawan penjajah. “Untuk menghormati mereka, maka hari ini saya tidak hadir sendiri. Saya datang bersama pasukan-pasukan khusus TNI seperti, KOPASSUS, KOPASKA, PHASKAS dan lain-lainnya,”‘ ujarnya disambut pekikan takbir yang hadir.

Panglima TNI mengingatkan bahwa tanpa resolusi jihad tidak akan ada perlawanan yang heroik. Jika tidak ada perlawanan yang heroik tidak akan ada hari pahlawan. “Bangsa Indonesia merdeka tidaklah karena diberi kemerdekaan namun karena perjuangan,” sambungnya.

Di akhir sambutannya Gatot mengungkapkan bahwa TNI mempunyai hubungan yang erat dengan ulama. Perjuangan membela bangsa dan negara masih terus berjalan hingga saat ini dengan konteks yang berbeda. Gatot juga menghimbau generasi muda untuk berjihad mengisi kemerdekaan dengan bekerja dan berkarya untuk membangun bangsa. “Karena resolusi jihad belum pernah dicabut,” tutupnya. (Idn)

Rekomendasi
Komentar
Loading...