Pemuda dan Tarekat

Dakwah dan risalah Ilahiyah mulai dari Nabi Adam AS hingga Rasulullah Muhammad SAW memperlihatkan peran besar pemuda yang saat itu adalah sahabat nabi. Mereka memiliki kontribusi besar dan masuk dalam catatan sejarah.

Beberapa kisah menarik antara lain perjuangan para pemuda kahfi menyelamatkan akidah dari pemerintahan yang kafir dan dzolim. Mereka tertidur hingga 300 tahun di goa.

Masa Rasulullah ada Mus’ab bin Umair, salah satu duta Islam pertama yang dikirim ke Madinah. Usia Mus’ab saat itu masih 20 tahun. Selain itu ada Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra’ berusia 15 dan 16 tahun, dikenal sebagai pejuang yang membuat musuh besar umat Islam Abu Jahal bertekuk lutut.

Syekh Ibnu Arabi dalam kitab “Tarjuman Al Asywaq”, menafsirkan sebuah hadits yang diriwayat Ikrimah bin Abi Jahal, Aku melihat Tuhanku di dalam rupa pemuda yang tampan.”

Maksud Ibnu Arabi, hadits ini bukan untuk men-jisim-kan (menganggap makhluk) kepada Allah, melainkan menggambarkan kecemerlangan ruhani. Artinya Allah senang dengan orang yang usianya masih muda tapi ruhaninya sudah tinggi.

Anak muda adalah gambaran ruhani yang senantiasa bersemangat menuju ke hadirat Allah SWT. Karakter dan ciri khas pemuda adalah memiliki semangat perubahan, semangat perjuangan menuju yang lebih baik.

Dalam melakukan perjalanan ruhani jangan pernah merasa mapan. Perjalanan ruhani tidak ada selesainya. Merasa mapan membuat diri tidak ingin mendaki lagi menuju Allah. Singkirkan rasa itu, tetap istikamah menapaki perjalanan ruhani.

Ruhani inilah yang disebut Ibnu Arabi sebagai ruhani yang sehat. Ruhani-ruhani “anak muda” yang selalu “memberontak” untuk melakukan perbaikan. Ruhani yang selalu mendekat kepada Sang Kekasih.

Untuk menjadi pemuda yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, perlu riyadhah. Latihan memperbanyak ibadah zahir dan batin, mewakafkan diri untuk menjadi pejuang agama yang mengedepankan akhlakul karimah.

Rekomendasi
Komentar
Loading...