Penutupan PDT: Kita Kembangkan Umat Menjadi Masyarakat Pembelajar

Medan – Ustadz Jamanter Sihite bersyukur bisa mengikuti PDT (Pelatihan Dakwah Transformatif) yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Waspada Sumut. Kegiatan yang diadakan selama 4 hari 3 malam ini ditutup oleh Kiai Wahfiudin Sakam, Jum’at (22/3).

“Alhamdulillah kami dapat banyak menerima pembelajaran selama pelatihan. Banyak materi bagus seperti public speaking, mind mapping dan berfikir kritis,” ujar dai asal Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ustadz Jamanter Sihite memberikan testimoni setelah mengikuti PDT. (Foto: TQNNews)

Dai yang aktif di CORDOFA (Corps Dai Dompet Dhuafa) ini merasa semakin ada mahabbah kepada umat. Menurutnya masih banyak di daerah figur-figur yang seharusnya menjadi panutan umat tapi tidak mencerminkan akhlak yang baik.

Ketua Djalaluddin Pane Foundation Ardian Ramdani Pulungan mengatakan PDT adalah upaya membangun dakwah yang mampu mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Kami berharap materi-materi yang telah disampaikan oleh narasumber dapat diimplementasikan. Kesimpulannya adalah bagaimana dakwah yang kita bangun dapat diterima masyarakat di mana pun,” ujarnya.

Ketua DPF Ardian Ramdani Pulungan. (Foto: TQNNews)

Sementara itu Kiai Wahfiudin mengingatkan tidak sedikit umat Islam yang mengalami gegar budaya (cultural shocks) dan hidup dalam ketidakpastian. Ditandai dengan goyahnya kepercayaan terhadap agama dan ulama.

“Apa artinya kemajuan teknologi jika kita ghaflah. Mantapkan umat ini dengan ihsan. Dan kita kembangkan umat menjadi masyarakat pembelajar,” pungkasnya saat menutup pelatihan.

PDT adalah program kolaborasi DD Waspada dengan DPF (Djalaluddin Pane Foundation), JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah) dan Lembaga Dakwah TQN. Program perdana ini diikuti 14 dai dari berbagai daerah di Sumut. (Idn)

Rekomendasi
Komentar
Loading...