Pesan Spiritual dibalik Peringatan 70 Tahun Kemerdekaan RI

Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia selalu memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI). Peringatan hari kemerdekaan adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas nikmat karunia kemerdekaan sebagai bangsa yang terbebas dari belenggu penjajahan.

Peringatan itu juga sebagai penghargaan dan rasa terima kasih kepada para pejuang dan para pahlawan bangsa atas jasa-jasa mereka dalam ikut menghantarkan kemerdekaan Bangsa Indonesia dan mempertahankannya dari upaya penjajahan kembali oleh bangsa asing. Oleh karena itu tugas kita semua untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras dan kerja cerdas dalam membangun fisik dan mental, jasmani dan ruhani, agar tercapai masyarakat adil dan makmur, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Atas Berkah Rahmat Allah

Dalam pandangan agama, manusia hanya bisa berencana dan berusaha secara maksimal. Tercapai atau tidaknya usaha yang diperjuangkan sangat tergantung kepada iradat atau kehendak Allah. Jika Allah sudah berkehendak, maka tidak ada suatu kekuatan apapun yang bisa menghalangi (Laa hawlawala quwwata illa billah). Ini adalah pandangan iman Islam, dan ini pula yang terjadi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya, melepaskan diri dari belenggu penjajah. Berkat perjuangan dan doa dari para pejuang dan orang teraniaya serta para alim ulama,bangsa kita bisa merdeka. Hal ini tertulis dalam alinea kedua Pembukaan UUD 45;

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, telah sampailah pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”.

Dari alinea diatas terdapat maksud dan tujuan kita hidup bernegara, yaitu untuk bersatu, berdaulat serta mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Namun sampai saat ini tujuan itu belum tercapai dengan baik. Keadilan belum tegak, kemakmuran belum merata.

Suksesnya perjuangan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan, karena adanya pertolongan dari Allah. Pengakuan ini secara jelas diabadikan dalam Pembukaan UUD 45, yaitu; “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa serta didorongkan keinginan yang luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Rangkaian kalimat diatas adalah sebagai pengakuan jujur dari para pendiri bangsa ini terhadap pertolongan Allah dalam proses pencapaian kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sejarah mencatat selama tiga ratus lima puluh tahun, bangsa ini dijajah oleh Belanda, yang telah menguras kekayaan bangsa kita untuk kepentingan politik dan ekonomi negeri mereka. Penjajahan identik dengan penindasan, pembodohan dan pelanggaran HAM yang merugikan bangsa terjajah. Karenanya penjajahan memang harus dihapuskan di muka bumi, karena melanggar nilai kemanusiaan dan keadilan.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...