Pondok Hidayatul Mubtadiin Pasuruan Adakan Manaqib

Mojokerto – “Kiai Wahfiudin tiba di Bandara Juanda Surabaya kemarin pukul setengah tiga,” ujar Ustadz Rachmat melalui pesan singkat. Kehadiran Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya ke Jawa Timur dalam rangka safari manaqib di Pasuruan, Mojokerto dan Lamongan.

Setiba di Surabaya Sabtu (23/3) Kiai Wahfiudin dijemput oleh Ketua Perwakilan Mojokerto H. Ali lalu menuju kediaman Haji Muchsin di Gempol, Pasuruan.

Destinasi pertama safari manaqib adalah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin asuhan Ustadz Abdul Qoyyum. Manaqib di Pondok yang beralamat di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur dimulai selepas shalat Isya.

“Perjalanan menuju pondok hampir tiga jam. Sepanjang perjalanan diguyur hujan,” lanjut Ustadz Rachmat.

“Meskipun saat manaqib turun hujan, ikhwan dan akhwat tetap hadir mengikuti manaqib,” sambungnya.

Dalam tausiyahnya Kiai Wahfiudin menekankan pentingnya istiqamah dalam dzikrullah. “Dzikir dan Fikir itu berbeda pendekatannya. Dalam al-Quran dijelaskan bahwa dzikir ditujukan ke Allah dan fikir ke fenomena alam.

Menurut Kiai Wahfiudin dzikir menggunakan rasa dan kesadaran sedangkan fikir melibatkan indera dan logika. Dzikir bersifat transendental metafisik namun fikir rasional empirik. “Makanya jika lagi dzikir stop thinking. Buat diri kita no mind,”  pungkas Mudir Aam JATMAN. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...