Ponpes Saubari Bening Hati Gelar Pelatihan Da’i Transformatif

Semarang – Sebanyak 30 orang kader da’i berlatih sebagai Da’i Transformatif sabtu pagi (2/3) bersama LDTQN Jakarta di Ponpes Saubari Bening Hati, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang Jateng.

“Gelaran pengkaderan ini merupakan angkatan yang kedua. Peserta terdiri dari kader-kader da’i Kota Semarang, Demak, Kendal, Purwodadi dan Kebumen,” ujar Ust. H. Genry Nuswantoro dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia.

Suasana Pelatihan. (Foto: Handri Ramadian)

“Semoga kegiatan yang merupakan kerjasama antara Ponpes Saubari Bening Hati, Dompet Dhuafa Republika Jateng, Yayasan Serba Bakti (YSB) Ponpes Suryalaya Korwil Jateng dan Lembaga Dakwah TQN Jakarta memunculkan kader da’i yang mumpuni,” harap Ust. Sholihin, sekretaris YSB PP Suryalaya Korwil Jateng.

Hadir sebagai pembicara utama KH. Wahfiudin Sakam, SE, MBA yang sudah matang berdakwah di tingkat nasional dan internasional. Mengawali paparannya beliau mengutip al Qur’an Surah Ali Imran ayat 140, “… Dan masa (kehancuran dan kejayaan) itu Kami pergilirkan di antara manusia…”

Gedung tempat pelatihan. (Foto: Handri Ramadian)

Penekanannya kepada para kader da’i agar memiliki peran dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. “Jadi da’i itu tidak cukup hanya mahir ceramah di atas mimbar di acara-acara pengajian, tabligh akbar dan lain-lain. Setelah dapat amplop kemudian menghilang dari masyarakat,” papar Kiai Wahfiudin dalam penyampaian materinya.

“Tidak peduli kepada masyarakat apakah sudah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik atau belum. Para da’i yang mengikuti pelatihan ini, sebaiknya memiliki peran yang konstruktif di masyarakat. Mampu menjadi agen perubahan,” lanjut salah satu wakil talqin Abah Anom ini. (Han/Hen)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...