Pontren Suryalaya Kota Batam Gelar Seminar Revolusi Lingkungan

Sebagai tarekat yang peduli akan keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan, Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya Perwakilan Kota Batam menggelar Seminar Lingkungan pada Senin, (08/03).

Acara diadakan di SD Negeri 008 Perum Bida Asri 1, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau. Menghadirkan KH. Wahfiudin Sakam, SE., MBA., dan Bathara Surya Yusuf, SE., ME. sebagai narasumber.

Seminar yang bertemakan, “Revolusi Lingkungan Berbasis Eco Enzime dan Pertanian Organik” tersebut dibuka oleh Pak Binsar Tambunan, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Kota Batam yang diwakili oleh Ir. Iyus Rukmana selaku Manajer Pengelolaan Lingkungan.

Dalam rangka ikut serta membantu pemerintah dan masyarakat terhadap persoalan lingkungan hidup.

“Bagaimana pun bumi ini tanggung jawab kita. Kita manusia diberikan kecerdasan sekaligus diberikan amanah untuk merawat bumi ini,” ucap Kiai Wahfiudin yang juga Wakil Ketua MUI Pusat Komisi Pendidikan dan Kaderisasi.

Wakil Talqin Abah Anom mengatakan, tahun 2012 National Institute of Health (NIH) di Amerika menyelesaikan penelitian yang mengungkapkan ada makhluk yang disebut mikroba atau microorganism yang sudah ada sejak 4 miliar tahun lalu. Artinya microorganism ini hadir jauh sebelum manusia hadir di muka bumi. Jumlahnya sendiri 10 kali lipat daripada sel yang ada di tubuh manusia.

Dalam kesempatan itu, Pak Bathara yang merupakan Ketua Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) menyampaikan beberapa materi, di antaranya; Soft Eco Enzyme dan Manfaat Mother Enzyme untuk Cancer Therapy.

Selain itu, Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia itu juga membawakan materi dengan judul Melepas Sel Kanker dari dalam Tubuh Berbasis Eco Enzyme, Detoksifikasi dan Pembuatan Alkalin, serta Biomist dan Classic Enzyme.

Eco Enzyme ramah lingkungan dan menjadi sumber daya bersama kita. Eco enzyme sangat baik untuk melindungi lingkungan. Ia bisa jadi pupuk alami, penyegar udara, cairan pembersih, pestisida dan ragam kegunaan lainnya. Bahan pembuatnya hanya gula merah, air dan sisa makanan atau kulit buah.

“Eco enzyme mudah dibuat dan multi fungsi,” pungkasnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 09 tersebut didukung oleh LDTQN (Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah), GMPS (Generasi Muda Pesantren Suryalaya), IBU Bella, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani) Batam, Dompet Dhuafa serta LAZNAS DPF.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam, MUI Kota Batam dan Kepala Sekolah SDN 008.

Rekomendasi
Komentar
Loading...