Prinsip Dasar Perbedaan Haji dan Umrah

Umrah dan haji sama-sama diawali dengan ihram dan diakhri dengan tahallul. Lalu apa bedanya umrah dengan haji?

Perbedaaan pertama. Inti dari umrah yaitu tawaf dan sai. Sementara inti dari ibadah haji adalah wukuf. Tidaklah disebut haji kalau tidak wukuf di Arafah.

Bagaimana saat menjelang wukuf kita sakit. Sakitnya berat lagi. Meskipun sedang sakit berat, karena kita datang untuk berhaji, maka saatnya waktu wukuf kita pun harus datang ke Arafah, meskipun sebentar. Bisa menggunakan ambulance didampingi dokter dan tenaga kesehatan.

Bagaimana jika kita wafat? Ya tidak apa-apa. Semua orang akan mati pada waktunya. Terlebih lagi berhaji itu menuju Allah, jika takdirnya meninggal, maka kembali menuju-Nya. Rasullullah menjamin mereka yang wafat saat menjalankan ihram akan dibangkitkan sebagai tamu suci dihadapan Allah.

Biasanya, mereka yang sakit dibawa ke Arafah belakangan ketika semua jamaah sudah masuk. Saat menjelang maghrib mobil ambulance turun mengelilingi Arafah.

Perbedaan kedua adalah cara tahallul-nya. Tahallul umrah cukur atau pangkas, sedangkan tahallul haji harus tiga; lontar jumrah aqabah, cukur atau pangkas dan tawaf ifadah serta sai.

Perbedaan ketiga dari aspek teknisnya. Umrah itu ihram, tawaf, sai lalu tahallul, selesai. Sementara apakah ibadah haji cukup dengan ihram, wukuf lalu tahallul tiga selesai? Belum. Masih ada tambahan kewajiban yaitu harus mabit di Mina. Malamnya mabit, besoknya melontar jumrah.

(KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...