Puasa Arafah, Ikut Siapa?

Dalam sunnahnya, saat jama’ah haji sedang wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah 1435H, maka umat Islam yang tidak berhaji disunnahkan untuk puasa Arafah pada tanggal tersebut. Lalu, ketika Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 9 Dzulhijah 1435H jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014 sedangkan hari ini, Jum’at, 3 Oktober 2014, jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah sesuai penetapan Pemerintah Saudi Arabia, lalu umat Islam khususnya di Indonesia mengikuti siapa dalam menjalankan puasa Arafah?

Menurut Syaikh Ali Jaber, ulama kelahiran Madinah yang sedang menetap di Indonesia, yang dikutip dan disepakati oleh oleh KH. Wahfiudin Sakam, wakil talqin TQN Suryalaya, bahwa kasus semacam ini sudah ada sejak masa silam. Kita semestinya bersikap legowo dan lapang dada, menghargai perbedaan yang terjadi. Namun mengedapankan persatuan dalam masalah ini, itu lebih baik. Landasannya adalah sabda Nabi Muhammad SAW, “Puasa kalian ditetapkan tatkala mayoritas kalian berpuasa. Hari raya Idul Fithri ditetapkan tatkala mayoritas kalian berhari raya, dan Idul Adha ditetapkan tatkala mayoritas kalian beridul Adha.” (HR. Tirmidzi no. 697).

Imam Tirmidzi ketika menyebutkan hadits ini berkata,”Para ulama menafsirkan bahwa hadits ini yang dimaksud adalah berpuasa dan berhari raya bersama al-jama’ah dan mayoritas manusia.” Yang dimaksud Abu Isa At-Tirmidzi adalah berpuasa dengan pemerintah, bukan dengan ormas atau golongan tertentu.

Hadits di atas menunjukkan bahwa berpuasalah dan berhari rayalah bersama pemerintah. Jika ketetapan pemerintah berbeda dengan wukuf di Arafah, tetap ketetapan pemerintah yang diikuti. Ikuti hilal (bulan baru) di negeri masing-masing. Bukan ikut wukuf di Arafah.

Ibnu Umar ra. ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (menjadi 30 hari).” (Muttafaqun Alaih). Hilal di negeri masing-masinglah yang jadi patokan, itulah maksud perintah hadits tersebut. Jadi, untuk umat Islam di Indonesia, seperti penetapan Pemerintah Indonesia, puasa Arafah jatuh pada hari Sabtu, 4 Oktober 2014. Selamat berpuasa Arafah. (Rzk)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...