Pustekkom Gelar Seminar Nasional: Pemanfaatan TIK untuk Membangun Budaya Belajar

Jakarta – Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menciptakan tantangan-tantangan baru dalam proses belajar mengajar. Informasi dan pengetahuan juga semakin beragam dan mudah penyebarannya. Untuk mengantisipasi perubahan yang cepat itu, PUSTEKKOM (Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi) Kemendikbud menggelar Seminar Nasional bertajuk, “Pemanfaatan TIK untuk Membangun Budaya Belajar.”

Kegiatan yang dihelat kemarin (24/11) di Hotel Santika TMII Jakarta dihadiri tidak kurang dari 100 guru dan praktisi TIK yang berkecimpung di dunia pendidikan. Menurut sekretaris penyelenggara seminar Irfana Steviano, kegiatan ini menjadi forum pertukaran informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan TIK. “Kami berharap kesadaran dan pemahaman terhadap usaha-usaha pemanfaatan TIK dapat membangun budaya belajar,” pungkasnya.

Dr. Ferdiansyah, S.E., M.M, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang didaulat menjadi keynote speaker berbagi cerita tentang peran DPR RI dalam mengoptimalkan pemanfaatn TIK untuk pendidikan dan kebudayaan. Sementara itu Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, R. Alpha Amirrachman Ph.D menyampaikan perkembangan implementasi kebijakan Kemendikbud terkait pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan.

KH. Wahfiudin Sakam dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengingatkan jika saat ini kita hidup dalam jaman abundance of information (keberlimpahan informasi). “Dulu orang susah mencari informasi, sehingga petani kentang di Wonosobo bingung akan kirim kentang ke Semarang atau Jogja? di mana harga yang sedang bagus? dimana demand yang sedang tinggi? susah dapat informasi karena tidak ada telpon.”

Kemudian ia melanjutkan saat ini kondisi sudah berubah jauh dengan adanya kemajuan TIK. “Buta huruf abad 21 bukan karena tidak bisa membaca atau menulis. Namun ketidakmampuan memahami dari apa yang mereka baca dan tulis,” ujar Wakil Ketua Komisi Pendidikan ini mengutip pernyataan Alfin Tofller.

Di akhir paparan, kyai yang akrab dengan multimedia ini mendorong semua pihak terus mengembangkan infrastruktur dan konten media-media pembelajaran. “yang terpenting memberikan manfaat kepada umat dan semakin mendekatkan kita kepada Tuhan.” tutupnya.  (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...