Renungan Akhir Pekan: Simak Lirik Lagu Ebiet G Ade

Sudah 4 kali Jumat kami, kaum Muslimin tidak ke masjid untuk shalat Jumat. Bukan sengaja, bahkan kami sangat bersedih hati, belum pernah terjadi seumur hidup, tapi masjidnya yang tutup karena usaha ingin menghindar dari penularan Covid 19.

Benarkah musuh kita virus Corona? Mampukah dia melakukannya, apakah seperkasa itu dia bisa mengalahkan manusia se dunia?

Membuat manusia kewalahan menghadapinya, sakit, meregang nyawa, kegoncangan ekonomi luar biasa, terancam kelaparan, bekerja, bersekolah dan beribadah dari rumah, membuat ketakutan. Tidak tahu kepastian kapan akan berakhir, bahkan bisa mengancam kepunahan.

Bukankah musuh kita juga adalah diri kita sendiri?
Bukankah ini suatu isyarat dari yang Maha Kuasa?

Silakan kita berusaha sekerasnya melawan virus, tapi jangan lupa pada Allah yang Maha Kuasa.  Seberat apapun virus itu buat kita, tapi sangat mudah bagi Allah untuk menghentikannya.

Percaya apa tidak? Sekali klik oleh Allah seketika virus se dunia bisa hilang habis. Itulah keyakinan kita.

Ibarat cahaya listrik bila sekali dinyalakan oleh tuannya bisa hidup cahayanya se kota. Begitu juga sekali saja ditekan tombolnya, listrik bisa langsung mati seluruhnya.

Kalau kita simak dengan bahasa seni, agaknya Ebiet G. Ade pas menggambarkan melalui dua lirik lagunya

Pertama

Simak lagu Ebiet 1 tentang bencana;

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa

Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang.

Kedua

Simak lagu Ebiet 2
Untuk Kita Renungkan

“Kita mesti telanjang”
Dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin

Tengoklah ke dalam
Sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
Hmmm…Singkirkan debu yang masih melekat

Anugrah dan bencana
Adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil
Agar kita sadar
Adalah Dia diatas segalanya oh ho…
Adalah Dia diatas segalanya

Anak menjerit – jerit
Asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman
Hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan
Masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista
Ho..ohhh

Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat ah..ha a…

Kemanakah lagi kita ‘kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Marihanya runduk sujud padaNya

Du..du…du..duu ooo
Ho oohhh..hooo [x2]

Kita mesti berjuang
Memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini
Didalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum ho..ooo…
Berusahalah agar Dia tersenyum

Du..du…du..duu ooo
Ho oohhh..hooo [x2]

Terima kasih Kang Ebiet
Semoga kita sehat semua

(Abdul Mun’im SH, MA, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Griesheim, Frankfurt Jerman)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...