Ringkasan Ceramah Manaqib KH. Arief Ichwanie di Suryalaya

Suryalaya – Kamis (17/1) Pontren Suryalaya menyelenggarakan amaliah bulanan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs). Wakil Talqin domisili Bandung KH. Arief Ichwanie bertugas menyampaikan khidmat ilmiah. Berikut ringkasannya.

Tanggal 1 Januari adalah tanggal kelahiran Pangersa Abah. Bersyukur kita telah dipertemukan dengan beliau dan diberikan talqin dzikir. Untuk beliau al-Fatihah…

Para pecinta manaqib murid Pangersa Abah terkasih. Barang siapa yang baik khidmatnya kepada guru maka orang itu wajib mendapat karamah dari guru. Semoga kita semua yang hadir mendapatkan karamah dari syaikh mursyid.

Bulan Jumadil awal kita mengenang peristiawa Syaikh Ahmad Kanji yang menjadi murid Tuan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs) dengan ditalqin melalui mimpi atas petunjuk gurunya. Syaikh Abi Ishaq Maghribi.

Ini menarik! karena saya (KH. Arief Ichwanie) pernah mengalami semacam ini. Jadi kalau pada bulan Jumadil Ula saya ingat manaqib Pangersa Abah, yang menalqin saya pada alam mimpi pada tahun 1986. Pada tahun 1987 saya minta talqin lagi Abah berkata, “Kan sudah ditalqin. Jangan hanya mimpi saja. Tinggal diamalkan.”

Ini suatu kaidah siapa yang mendapat amalan riyadhah dari Abah waktu mimpi itu sama dengan ketemu asal tidak bohong.

Jadi saat saya minta ditalqin lagi tahun 1987 Abah menambahkan, tidak apa-apa untuk tajdid, memperbaharui iman. “Lalu apakah sah saya ditalqin lewat mimpi.”

Pangersa Abah menjawab, Rasul pernah bersabda, “Siapa yang mimpi bertemu aku waktu tidur sama dengan bertemu aku waktu tidak tidur. Siapa orang yang bertemu dengan orang shaleh waktu tidur sama dengan bertemu waktu tidak tidur.”

Orang shaleh adalah orang yang sudah al arif billah, sudah ma’rifat kepada Allah SWT. Pangersa Abah Anom memiliki gelar tajul Arifin, mahkotanya orang-orang  yang sudah ma’rifat kepada Allah SWT.

Jadi siapa yang ketemu guru mursyid Pangersa Abah dalam mimpi berarti ketemu dengan beliau walaupun belum pernah berjumpa secara langsung.

Suasana manaqib dari Puncak Suryalaya. (Foto: Santoso)

Suatu saat sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. “Siapa orang yang paling kau cintai?” “Saudaraku! kalian adalah sahabat. Saudaraku adalah orang-orang yang tidak pernah bertemu denganku tetapi beriman kepadaku.”

Saya pernah kedatangan orang Iran, Belanda yang mencari Pangersa Abah. Mereka mendengar di Suryalaya masih ada orang shaleh. Orang Belanda ini sudah 3 bulan di Indonesia mencari orang yang bisa menanamkan dan mengajarkan kalimat Laa ilaaha illallah.

Orang yang bisa melakukan hal tersebut adalah seorang mursyid yang kamil mukamil, yang memilikii qalbu taqiyyun naqiyyun (hati nurani yang bertakwa dan bersih.)

Orang yang tidak mendapat petunjuk tidak akan bertemu dengan wali mursyid. Meskipun sehari-hari bersama dengan mursyid namunbelum tentu mengambil talqin dzikir. Karena jauh-dekat dalam tarekat bukan hitungan kilometer namun kedekatan qalbu.

Siapa yang dapat memberikan pengajaaran dzikir agar orang bisa ma’rifat kepada Allah SWT. Dalam al-Qur’an Surat an-Nahl (16), ayat 43: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui.

Mintalah kepada ahlinya. Bukan kepada tukang dzikir namun ahli dzikir. Setelah mengambil talqin dzikir, amalkan, dawamkan sampai bertemu dengan Allah SWT.

Surat Luqman (31) ayat 15: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Ikutilah thariqah yang gurunya sudah kembali kepada Allah SWT. Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs) untuk menjadi seorang guru ruhani mesti memiliki 12 sifat. Antara lain; Menembunyikan kesalahan dan aib makhluk ciptan-Nya. Kalau ada yang mengaku hebat tetapi masih menjelakkan orang lain berarti masih jauh panggang dari api.

Sifat lainnya adalah memiliki sifat pemaaf. Selalu memaafkan kesalahan yang terburuk sekalipun. Sebesar apapun orang berbuat salah dan minta maaf, maafkanlah. (Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...