Rubel Lepas dari Dollar, Ekonomi Kapitalistik Berbasis Riba Semakin Lemah!

Moskow mengumumkan bahwa Rusia hanya akan menjual (dan membeli) komoditas-komoditas produksi mereka -termasuk senjata dan minyak- dengan mata uang Rubel, bukan dollar. Rubel adalah mata uang yang didasari oleh ekonomi riil dan dijamin dengan cadangan emas, tidak seperti Dollar yang tidak dilindungi dengan emas sementara nilainya ditentukan oleh permainan spekulasi pialang-pialang keuangan. Dengan cara ini Rusia akan membebaskan Rubel dari ketergantungan terhadap Dolar dan membebaskan Rubel dari “killer-speculations” yang dimainkan oleh lembaga-lembaga keuangan Barat.

Mulanya beberapa bank Rusia akan diberi hukuman oleh Washington karena tindakan Rusia menganeksasi Krimea. Tapi Moskow membalas akan melepaskan Rubel dari Dollar, dan meminta negara-negara lain yang akan membeli produk-produk Rusia dengan menggunakan Rubel.

Sebenarnya hal ini memang sudah dicadangkan Putin sejak tahun 2007, yaitu rencana membebaskan ekonomi Rusia dari jerat Dolar dan speklator-speklator keuangan di Wall Street.

Karuan saja para pebisnis keuangan di Wall Street kalang kabut dan segera menekan politisi-politisi di Washington untuk menahan diri, karena membuat Rusia keluar dari pengaruh Dollar akan membuat bisnis mereka hancur dan ekonomi Amerika yang oleng sejak kasus skandal mortgage 2007 akan bertambah tenggelam.

Sebenarnya penggunaan mata uang yang tidak dilindungi dengan emas adalah riba. Bagaimana tidak riba, barang dan jasa yang jelas-jelas secara intrinsik memiliki nilai ekonomis ditukar dengan lembaran-lembaran kertas mata uang yang nilai intrinsik ekonominya jauh lebih rendah. Alat tukar yang paling aman dari riba adalah emas. Maka semestinya umat Islam kembali menggunakan dinar emas atau dirham perak.

Dua tahun lalu penulis bersama pengurus Jatman (Asosiasi Tarekat NU) berkunjung ke istanan Kasepuhan Cirebon. Sultan Kasepuhan XIV (Pangeran Arif Natadiningrat, SE) pun menginformasikan bahwa kesultanan yang beliau pimpin saat ini pun sudah mulai menggunakan lagi mata uang dinar emas dan dirham perak untuk transaksi-transaksi ekonomi yang berlangsung di kesultanan.

Anda yang peduli dengan keadilan ekonomi dan ingin belajar lebih jauh tentang dinar emas dan dirham perak, ketik saja kedua istilah itu di Google, akan banyak Anda jumpai bahan-bahan belajar tentang mata uang yang adil dan anti riba, juga alasan-alasan mengapa kita harus menuju ke sana jika Nusantara ini memang ingin maju dan tidak dilindas oleh ekonomi Barat maupun ekonomi Cina yang semakin me-raksasa.

* Diterjemahkan dan disarikan oleh KH. Wahfiudin Sakam dari: Global Research, March 30, 2014 (http://www.globalresearch.ca/putin-flushes-the-us-dollar-russias-gold-ruble-payments-system-delinked-from-dollar/5375866) + sumber-sumber lain.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...