Safari Dakwah Indonesia Timur (bagian 1)

Manado – KH. Wahfiudin Sakam memulai ceramahnya dengan materi Ghaflah yang merupakan intisari ayat Al Qur’an surah Al-A’raf ayat 179.

Beliau sempat melemparkan kuis kepada para peserta kajian, serta merta seorang santri PP Darul Istiqamah menunjuk tangan. Beliau mengajak anak tersebut untuk maju ke panggung pembicara agar lebih dekat berkomunikasi. Dijawabnya, “LALAI”. Atas jawaban tersebut sang santri mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 50.000,-.

“Ini hadiah atas keberaniannya. Anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Di saat yang lain masih berfikir, anak ini sudah mampu menjawab,” tukas Kyai yang khas dengan kacamatanya di depan semua peserta serta Ketua MUI Provinsi Sulawesi Utara dan Pimpinan Pesantren.

Selanjutnya, semakin banyak peserta yang mayoritas santri Pesantren berebutan menjawab setiap pertanyaan dengan antusias dan suasana kajian menjadi sangat hidup.

Selepas dari Ponpes Darul Istiqamah di Kec. Bantaeng Manado, tim Safari Dakwah bergerak ke Kampung Arab, untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Al Masyhur Istiqlal.

Selesai shalat, para jamaah terutama pengurus masjid mengenali KH. Wahfiudin dan meminta beliau untuk memberikan nasehat-nasehat keagamaan. Tak dapat menolak, akhirnya beliau memberikan kajian bernuansa Sufistik. Tema Qalbu menjadi pilihan kajian yang disampaikan kepada jamaah.

Seusai kajian tim Safari Dakwah melanjutkan perjalanan menuju Kotamobagu. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam dan melewati perbukitan nan hijau. Jalanan menuju Kotamobagu mirip perjalanan di kawasan Nagrek – Jawa Barat, penuh kelokan-kelokan tajam dan naik turun.

Tim tiba di Kotamobagu saat adzan maghrib berkumandang dimana-mana karena memang di kota ini mayoritas penduduknya muslim. (Han/Hen)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...