Safari Dakwah Karimunjawa: Perkuat Ikhwan Hadapi Tantangan Pariwisata

Jakarta – Tim Safari Dakwah TQN Center Jakarta baru saja kembali dari Pulau Karimunjawa kemarin lusa (18/9). Selama empat hari, mereka mengunjungi beberapa masjid, sekolah dan majelis dzikir TQN Suryalaya.

Hari pertama, kamis pagi (14/9), Kyai Wahfiudin menghadiri sarasehan remaja masjid di SMAN 1 Jepara. Kegiatan yang dihelat di ruang multimedia ini mengangkat tema, “Pembentukan Karakter Berbasis Tasawuf.” Sebanyak 100 peserta yang didominasi oleh siswa kelas 12 mengikuti penuh dari pukul 08.30 hingga 11.00. Tidak-ketinggalan sejumlah guru juga turut hadir.

Pada malam harinya, jamaah TQN Suryalaya menggelar manaqib di Masjid Nurul Huda, Jepara. Dalam paparannya, Wakil Talqin yang berdomisili di Rawamangun ini menyampaikan kajian tentang nafs. “Kami bersyukur Pak Kyai dan rombongan bisa singgah di Jepara sebelum masuk ke Karimunjawa,” ujar Ust. Sudar, salah satu tokoh yang mengawali TQN di Karimunjawa.

Keesokan harinya (15/9), tim safari dakwah menyeberang ke Pulau Karimunjawa dan tiba di sana menjelang shalat jumat. Rombongan diajak mengunjungi sekretariat YSB (Yayasan Serba Bakti) PP Suryalaya, Perwakilan Karimunjawa. Dalam kesempatan itu, ketua perwakilan, Ust, Aliyadi memperkenalkan jajaran pengurus dan pegiat dakwah yang telah berkumpul di sekretariat.

Selepas isya, bertempat di Mushalla Raudhatul Mubtadi diadakan manaqib. Mushalla yang menjadi basis kegiatan TQN di Karimunjawa ini rutin mengadakan dzikir khatam dan manaqib. Dan malam itu talqin dzikir diberikan oleh Kyai Wahfiudin setelah menyampaikan tausiyah tentang Islam Iman dan Ihsan.

Hari kedua di Karimunjawa diawali dengan sesi motivasi bagi siswa SMKN 1. Lukman Hakim, guru agama menyampaikan jika perkembangan pariwisata di sana bertumbuh pesat. “Profesi nelayan mulai ditinggal oleh anak-anak muda. Mereka lebih memilih menjadi guide, kerja di hotel karena uangnya lebih besar,” ujarnya.

Kyai Wahfiudin memulai acara dengan diskusi tentang ghaflaf. “Ghaflah adalah sikap acuh, tidak peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan. Ini bisa merugikan bangsa baik secara finansial maupun sosial,” ujar Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

Sabtu malam, selepas isya digelar pengajian tasawuf di Masjid Baitul Muttaqin. 80 jamaah yang terdiri dari tokoh pemuda, ormas, ulama dan warga sekitar antusias mengikuti hingga selesai. Bahkan selepas penutupan pengajian, masih dilanjut dengan diskusi hingga pukul 02.00.

Para pengurus PCNU Karimunjawa yang turut hadir dalam diskusi banyak menyampaikan perkembangan yang terjadi di daerah wisata itu. “Pesatnya pembangunan industri pariwisata di Karimunjawa tidak bisa dihindari. Namun apa yang bisa kita perbuat?” tanya Ust. Khul.

Kyai Wahfiudin yang juga Sekretaris Divisi SDM & Pengkaderan Lembaga Dakwah PBNU ini menyarankan agar kegiatan keagamaan corak ASWAJA perlu lebih ditingkatkan untuk membentengi umat. “Anak-anak juga harus mulai dilatih bahasa Inggris dan ketrampilan IT agar bisa memanfaatkan peluang yang ada di daerahnya,” katanya.

Ahad pagi rombongan meninggalkan Karimunjawa menuju Jepara menggunakan Kapal Feri. Perjalanan yang biasanya “memakan” waktu 4,5 jam saat itu menjadi 6 jam dikarenakan ombak yang cukup besar.

Setiba di Jepara, setelah rehat untuk shalat dan makan siang, Kyai Wahfudin dan tim melanjutkan perjalanan ke Semarang untuk menghadiri syukuran pernikahan emas Kyai Anhari Basuki. Wakil talqin yang berdomisili di Jl. Banteng Utara ini menggelar acara di Masjid al-Muhtadun. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...