Safari Ramadhan di Jerman, Sisi Lain Ibadah Muamalah (2)

Frankfurt – Tulisan ringan ini dibuat untuk mengisi liburan Minggu pagi di Griesheim, sambil memandang lingkungan yang hijau dan alam yang sejuk. Terasa nyaman seperti di pegunungan, sambil menunggu waktu syuruq.

Pada dasarnya setiap muslim itu bersaudara, maka setiap komunitas senang jika ada tamu saudaranya dari bangsa lain datang bergabung bersama mereka.

Di masing masing komunitas itu terdapat juga warga negara setempat, apakah karena diajak oleh pasangannya karena perkawinan campur antar bangsa sehingga salah satu pasangannya dan anak-anak mereka warga negara setempat. Ada warga negara setempat karena pindah menjadi warga negara, namun mereka tetap suka berkumpul dengan komunitas bangsa asalnya.

Saat kita bergabung dengan komunitas lain, terasa indahnya persaudaraan itu, kita dapat merasakan nikmatnya bersaudara, mereka menyambut baik kita dengan ramah tamah, mendahulukan kita saat makan bersama, dan memberi kesempatan lebih dulu kepada kita saat berwudhu, shalat dan sebagainya.

Di saat-saat indah itu, banyak kenangan dan pemandangan yang kita lihat juga rasakan, makanan lezat yang beda cita rasanya, cara makannya, lingkungan yang beda susananya, berbeda bentuk wajah dan fisiknya, bahasanya, cara beribadahnya kadang ada bedanya sedikit teknisnya tapi dasarnya sama.

Kita juga dapat melihat suatu kreasi yang jika diterapkan di lingkungan kita akan jadi sempurna, seperti tempat wudhu, fasilitasnya, cara mengorganisi pertemuan, cara mengumpulkan dana, dan lainnya.

Kita akan banyak tahu jika rajin berbicara dan tukar menukar informasi dan pengalaman saat bertemu dengan mereka.

Untuk memulai pembicaraan kita yang harus mulai duluan menegur sapa, umumnya mereka bisa berbahasa Inggris khususnya kalangan muda yang terpelajar. Jika kebetulan saling tidak bisa berbahasa yang sama, maka cukup merasakan hangatnya ketika bersalaman dan mengucapkan ucapan salam yang sama dengan bahasa tubuh dan senyuman, sebagai tanda rasa hormat dan kasih sayang.

Bagi yang penasaran silakan mencoba sambil uji nyali. (selesai)

Wasssalam.

Penulis K.H. Abdul Munim SH, MH anggota Komisi PKU MUI bertugas di Jerman.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...