Sarasehan TQN Jogja Mantapkan Pembentukan LDTQN

Yogyakarta – Kehadiran Kiai Wahfiudin menghadiri peresmian BIB Mart di Kulon Progo dimaksimalkan oleh pengurus Yayasan Serba Bakti (YSB) Pontren Suryalaya Korwil Yogyakarta dengan mengundangnya menghadiri sarasehan.

Rabu (31/3) pengurus korwil mengadakan sarasehan di TQN Center DIY, Jl. Wates KM 13, Dingkikan Argodadi Sedayu Bantul DI Yogyakarta. Sebelumnya bakda Isya, Kiai Wahfiudin menyampaikan talqin dzikir kepada 12 jamaah.

Jamaah sedang mengikuti talqin dzikir.

Dalam pandangan wakil talqin yang akrab dengan teknologi dan informasi ini, untuk memperkuat ikhwan di daerah memang lebih tepat dengan LDTQN.

“Pengertian yayasan adalah sejumlah aset yang disisihkan. Sementara yang akan kita urus adalah orang. Nah kalau orang, organisasinya bukan yayasan namun perkumpulan,” ujarnya.

“Jadi, kalau mengumpulkan dan mengelola aset itu yayasan. Sedangkan mengumpulkan dan mengelola orang dengan perkumpulan,” sambung Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

Ketua Korwil YSB DIY KH. Dimhari Noor Hasyim mengatakan pembentukan LDTQN perlu segera dilakukan. Terlebih lagi setelah wafatnya 2 penggerak dakwah di Jogja, Ust. Eko Sukanto dan Ust. Supri Sugiarto.

“Kalau begitu kita bentuk tim formatur yang akan menyiapkan teknis pelaksanaan penentuan calon ketua LDTQN,” sambung pengasuh Pesantren Tahfidz Latifah Mubarakiyah di Cangkringan, Sleman.

Dalam sarasehan dihasilkan penetapan 7 anggota tim formatur. “Mereka mewakili para sesepuh, pemangku manaqib, penggerak kegiatan dan muballigh,” ujar sekretaris korwil, Ust. Triyono.

Suasana sarasehan.

Sarasehan yang dihadiri sekitar 15 orang pengurus dan aktivis ini menyepakati pembentukan LDTQN DI Yogyakarta. Kepengurusan harus diisi oleh ikhwan dan akhwat yang memiliki wawasan luas, kuat khidmat kepada Pangersa Abah dan aktif dalam kegiatan TQN.

Rekomendasi
Komentar
Loading...