Sekelumit Kisah KH Wahfiudin Dakwah Sufistik di Eropa (2)

Jakarta – Di Amsterdam ada kisah yang sangat menarik. Menurut Kyai yang gemar melahap buku ini, dahulunya mereka mempunyai masjid. Namun kemudian masuk kelompok-kelompok Islam berpaham tekstual, yang dikenal dengan Salafi-Wahabi. Seiring waktu mereka masuk ke dalam kepengurusan. Setelah kuat posisi legal, mereka mengambil alih masjid dan menyingkirkan kegiatan-kegiatan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dikenal ASWAJA. Persoalan ini dibawa hingga ke pengadilan, tetapi karena mereka sudah menguasai posisi legal, surat-surat hukum, akhirnya kelompok ini dimenangkan. “Kejadian ini sesuatu yang menyakitkan,” ujar salah satu jama’ah yang disampaikan oleh Kyai Wahfiudin.

Penyerahan buku dzikir pada jama’ah

Akhirnya teman-teman ASWAJA kembali mencari tempat lain. Setelah lebih dari 12 tahun mereka menyewa tempat, ada suatu tempat ‘Yam Blessi’ benar-benar berkah Allah, lokasi sangat strategis. Tempat yang dijual dengan harga 365 ribu euro sangat diminati oleh mereka. “persoalannya mereka kekurangan 85 ribu euro yang harus segera dibayarkan,” tukasnya. Maka sore itu, Kyai Wahfiudin bersama jama’ah berdzikir dan bertawassul melibatkan para mursyid. “Alhamdulillah doa, rintih dan tangis kami diijabah oleh Allah,” sambungnya.

Keesokan harinya ketika Kyai Wahfiudin akan meninggalkan Amsterdam, jama’ah mendapatkan kabar baik. Ada pengusaha dari Indonesia yang sedang mengunjungi Amsterdam bersama keluarganya ingin membalas jasa kebaikan teman-teman ASWAJA. “Ternyata salah satu anak pengusaha ini dulu meninggal di Amsterdam. Teman-teman ASWAJA lah yang mengurus jenazah serta mengadakan tahlil di sana. Ketika mengetahui teman-teman kekurangan 85 ribu euro untuk membeli tempat yang akan dijadikan masjid, keluarga pengusaha ini menyatakan akan menutup kekurangannya.” ujar Kyai Wahfi dengan haru.

Suasana haru, senang, syukur meliputi teman-teman di sana. “Kami bersyukur doa kami dengan melibatkan para masyaikh dikabulkan Allah kurang dari 24 jam,” ungkap jamaah melalui Kyai Wahfiudin. Saat ini mereka telah memiliki masjid dan berjanji untuk mengembangkan dakwah sufistik di sana. “Apalagi pengurus-pengurusnya adalah orang-orang Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Jombang,” papar Mudir Idarah Wustha, JATMAN Jakarta. Dia juga menegaskan, Insya Allah masjid itu akan menjadi pusat spiritualitas tasawuf di Eropa dengan home base di Amsterdam. Bersambung…

(Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...