Sekelumit Kisah KH Wahfiudin Dakwah Sufistik di Eropa (3)

Jakarta – Banyak hal yang menarik selama perjalanan safari dakwah Kyai Wahfiudin di Eropa. Saat di Wina, Austria selain ada keperluan bisnis, Koordinator Lajnah Aliyah Rabithah Ma’ahid Thariqiyyah JATMAN Jakarta ini juga tidak tau kontak dakwah di sana. “Alhamdulillah akhirnya kami mendapatkan kontak komunitas muslim di sana,” pungkasnya.

Meskipun susah payah berjalan kaki, naik kendaraan umum di tengah cuaca yang sangat dingin dan menunggu sekitar setengah jam, akhirnya tiba di sebuah masjid kecil yang sebelumnya hanya ruangan kosong di bawah apartemen milik orang Indonesia. Mereka yang ikut mengaji adalah para doktor, ahli nuklir yang tergabung di IAEA – Badan PBB yang khusus mengawasi nuklir sedunia – , staf OPEC dan badan PBB lainnya.

Talqin dzikir berikut buku panduannya juga telah disampaikan ke mereka. Menurut Kyai yang juga ketua Yayasan Serba Bakti PP Suryalaya Korwil DKI Jakarta ini, mereka yang hadir dulunya adalah alumni perguruan tinggi di Eropa lalu memutuskan untuk menetap di sana hingga pensiun bahkan sampai mati. “Artinya mereka akan menjadi basis yang kuat secara intelektual, finansial dan sosial,” tegasnya.

Kyai Wahfiudin dan istri juga sempat berkunjung ke Islamic Center di Pracislava, Negara Slovakia, pecahan dari Cekoslavakia. Kegiatan KeIslaman semakin berkembang di sana. Setelah dari Slovakia, mereka melanjutkan perjalanan ke Muenchen Jerman dengan menyewa mobil. Mengetahui ada Kyai Wahfiudin di sana, maka komunitas muslim di Bremen dalam tempo tidak kurang dari 24 jam mengumpulkan sejumlah anggotanya untuk mendapatkan kajian darinya.

“Sebagian dari mereka adalah tenaga ahli yang bekerja di Airbus, pabrik pesawat terbang dan mahasiswa yang sedang mengambil program doktor,” lanjutnya.

Dalam kisah penutupnya, Kyai Wahfiudin menyimpulkan bahwa Amsterdam akan menjadi home base tasawuf, khususnya TQN Suryalaya. Dan Wina akan menjadi pusat keintelektualan tasawuf di Eropa. Insya Allah bibit dzikir yang kokoh, bibit TQN yang akarnya menghujam masuk ke dalam dan batang pohonnya menjulang tinggi ke atas dapat terus dikembangkan di bumi Eropa. “Selamat melakukan amaliah mingguan, mudah-mudahan kita bisa siapkan dai-dai TQN yang Go Global untuk melakukan pembinaan di berbagai negara. Kami mohon doa dari ikhwan yang hadir di TQN Center.” tutupnya.

Selamat berjuang Pak Kyai…. Allah meridhai. Selesai…

(Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...