Sekilas Kandungan Surah Al Insan dan An Nas

Demikian mulianya manusia, sehingga agama Islam hadir salah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Bahkan ada dua surah khusus yang namanya berarti manusia yakni surah al Insan dan surah An Nas.

Menurut Dr. Djohan Effendi dalam bukunya Pesan Pesan Al Qur’an, dinamai Al Insan sebagai makhluk yang dimuliakan Tuhan yang mulanya belum berwujud apa-apa.

Surah ini juga dinamakan dengan Ad Dahr yang berarti waktu, merujuk pada periode ketika manusia masih belum mempunyai bentuk.

Melalui surah ini, Doktor lulusan Australian National University tersebut melanjutkan, bahwa manusia hendaknya tidak melupakan asal mula dirinya.

Manusia lahir, tumbuh setahap demi setahap dalam keadaaan memerlukan bantuan orang lain. Ketika meninggal pun manusia tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Karena itu tidak sepantasnya manusia bersikap egois dan tidak peduli dengan sesamanya.

Melalui perenungan itu juga, manusia semakin sadar akan ketergantungannya pada yang Maha Kuasa. Dan di saat yang sama juga menyadari bahwa tiada yang lebih mulia manusia satu sama lain karena bermula dari sesuatu yang belum pantas diberi nama.

Surah An Nas

Dalam surah An Nas, Allah disifati dengan rabbin nas, malikin nas, ilahin nas. Dalam tiga ayat permulaannya menganjurkan manusia untuk memohon perlindungan kepada-Nya.

Menurut Kepala Badan Litbang Depag RI 1998-2000 itu, dengan menyimak Rabbun nas, kita berusaha ikut aktif secara kreatif Tuhan dengan menyempurnakan diri kita sendiri.

Dengan Malikin nas, Raja manusia, kita harus berusaha untuk mengikuti segala aturan dan petunjuk yang Dia berikan melalui Nabinya agar terwujud lingkungan yang tertib dan aman bagi semua orang.

Adapun dengan Ilahin nas, Tuhan Manusia, kita harus memusatkan orientasi kehidupan dan pengabdian kita hanya kepada-Nya, tidak memperhambakan diri kepada siapapun dan apa pun.

Maka dengan memohon perlindungan kepada Rabb, Malik, Ilah manusia, kita akan terbebaskan dari pengaruh bisikan siapa pun yang mempengaruhi proses penyempurnaan diri sesuai dengan titah sebagai khalifah Tuhan untuk memakmurkan kehidupan di atas bumi.

Ilustrasi. (Foto: FreePik)

Diletakkannya surah An Nas menjadi yang paling akhir dalam susunan mushaf al Qur’an seakan mengingatkan bahwa Al Qur’an pada akhirnya ditujukan demi kepentingan, kemaslahatan dan kebahagiaan manusia itu sendiri.

Sedangkan sifat Allah yang dilekatkan dengan lafaz an nas (manusia) dalam tiga ayat pertama dalam surah An Nas nampaknya untuk menunjukkan menunjukkan kedekatan hubungan dan kemuliaan manusia.

Rekomendasi
Komentar
Loading...