Semua Ikhwan TQN Adalah “Change Agent”

Seorang sahabat saya, pengamal TQN Pontren Suryalaya berusia 40 tahun, sangat mencintai keluarga dan teman-temannya. Setiap ada kursus tasawuf yang diadakan Lembaga Dakwah TQN Pontren Suryalaya DKI Jakarta, selalu saja ada peserta referensi dari dia.

“Hanya ini yang bisa saya lakukan. Saya bersyukur masih diberi umur untuk mengenal TQN. Belajar mengamalkan dzikir yang diajarkan mursyid. Semoga istikamah hingga akhir hayat,” ucapnya suatu ketika.

Lima tahun lalu dia mulai mengamalkan dzikir yang telah diijazahkan setelah mengikuti kursus tasawuf. Kini, di sela-sela kesibukannya menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta ia gemar mengajak orang-orang untuk bertarekat. Setiap datang informasi kursus tasawuf, ia hubungi saudara, teman yang ada dalam ponselnya untuk ikut.

“Memang tidak semua bisa ikut, setidaknya silaturahim terus terjaga dengan saya menghubungi mereka. Menariknya, tidak sedikit yang akhirnya ikut kursus angkatan selanjutnya.”

Penolakan yang datang dari koleganya tidak membuat ia frustasi. Dulu, ia pun termasuk orang yang tidak segera merespon saat temannya mengajak bertarekat. Saat itu ia masih menganggap tasawuf dan tarekat tidak ada ajarannya dari nabi, alias bid’ah. Ketakutan menjadi sesat membuat dia menolak belajar tasawuf. Semua terjawab setelah ikut kursus tasawuf.

Lain dulu, lain sekarang. Kini dia giat mengampanyekan tarekat. Selain informasi kursus tasawuf, dia sering mengirim kajian-kajian tasawuf yang ada di portal dan kanal youtube TQNNews.

Banyak orang belum bertarekat bisa jadi karena kita belum mengajaknya. Orang melihat apakah terjadi perubahan setelah kita bertarekat?

Tarekat sejatinya mengajak orang untuk membersihkan diri, mendekat kepada ilahi melalui bimbingan guru mursyid. Hasilnya adalah akhlak.

Kembali kepada sahabat saya, banyak perubahan yang tampak darinya. Bukan ia menjadi lebih kaya, melainkan lebih menikmati dalam menjalani kehidupan. Kok tahu?

Keluarganya cerita dia kini lebih gemar menjalankan puasa sunah, shalat malam dan sedekah. Hubungan dengan istri dan anak lebih akrab dan hangat. Bertarekat bukan tidak ada masalah. Masalah selalu ada selama hidup. Bagi dia masalah adalah tantangan yang harus diselesaikan, jadi ia hadapi dengan tenang.

Begitu juga kata rekan kantornya. Bahkan menurut mereka, sahabat saya lebih kuat memegang prinsip kejujuran dan keadilan.

Perubahan yang termanifestasi dalam aktivitas harian menjadi “media pemasaran” paling efektif untuk mengajak orang bertarekat. Sahabat saya telah menjadi change agent atau agen perubahan.

Saya pun introspeksi sejenak sambil meletakkan cangkir kopi. “Bagaimana dengan saya?”

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...