Sinergitas TQN Center Jakarta: Ekonomi Produktif, Media Kreatif

Jakarta – Jelang akhir tahun 2020, Yayasan Aqabah Sejahtera (YAS) menginisiasi pertemuan dengan seluruh entitas penggerak dakwah di lingkungan TQN Center Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan LDTQN DKI Jakarta, BMT Nasuha, Ibu Bella Jakarta (IBJ), serta Masjid Al Mubarok sepakat meningkatkan sinergitas gerakan dakwah TQN dengan slogan “Ekonomi Produktif dan Media Kreatif”.

Ketua YAS, Nugraha Romadhan berharap kegiatan sinergitas dapat terus berjalan untuk menyatukan derap langkah dawah TQN di Jakarta. “Hari ini YAS memaparkan rencana strategis tahun 2021. Insya Allah setelahnya akan disambung oleh LDTQN, IBJ dan lainnya. Sehingga sinergitas akan lebih terjalin maksimal,” paparnya di Aula TQN Center Jakarta, Kamis (3/12).

Pertemuan bertajuk “Let’s Grow Together & Drink Coffee”, ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya:

1. Semua sepakat untuk mengampanyekan ekonomi produktif, utamanya wakaf produktif. Untuk itu diperlukan pendataan untuk data:
a. Ikhwan TQN di Jakarta akan dilakukan oleh LDTQN dan IBJ
b. Pendataan ikhwan yang masuk kategori Business Owner/CEO/Professional dengan semua terlibat
c. Data disatukan di TQNN agar menjadi data center

2. Untuk mengembangkan jaringan ekosistem wirausaha membentuk TQN Business Forum (yang membernya terdiri dari Business Owner, CEO dan Professional), serta Tim Business Development (BD).

3. Mewujudkan TQN Mart
a. Membuat estimasi investasi yang dibutuhkan
b. Mempresentasikan ke TQN Business Forum untuk wakaf produktif
c. Bertemu dengan calon vendor TQN Mart

4. Untuk memproduktifkan aset serta memudahkan koordinasi dan mengaktifkan studio TQNN, Kantor TQN Center dan Masjid akan pindah ke YAS. Sedangkan BMT Nasuha tetap, tidak pindah (waktu kepindahan ditentukan kemudian).

5. TQNNews menjadi media informasi dan pendukung semua entitas di TQN Center serta dipersilakan menggunakan fasilitas yang tersedia.

Ketua LDTQN DKI Jakarta H. Handri Ramadian, SE, MM., menyambut baik sinergi tersebut.

“Kolaborasi dan sinergi ini akan membuat dakwah TQN lebih bermanfaat dan bisa memberi pelayanan yang lebih baik kepada para ikhwan khususnya,” ujarnya.

Suasana diskusi.

Sementara Ustadz H. Abdul Latif, SE, MA Wakil Ketua I LDTQN DKI Jakarta menyampaikan apa yang menjadi pesan Abah Anom sebelum wafatnya.

“Kita sudah berjamaah dalam dzikir, dalam shalat tapi belum dalam gerakan ekonomi. Abah sebelum wafatnya berpesan wa’tashimu bihablillah, wa’tashimu ini berpegang teguh, jadi saling bersinergi, berkolaborasi, bergotong royong bihablillah sesuai dengan tali Allah. Tali Allah ini al Qur’an, sehingga kita berkolaborasi dan bersinergi berdasarkan nilai-nilai syariah,” ucap CEO Hatam tersebut.

Rekomendasi
Komentar
Loading...