SMPN 269 Contoh Sukses Sekolah Berkarakter Spiritual (2)

Jakarta – SMPN 269 mulai melakukan perubahan di tahun 2007. “Saat itu kami menyelenggarakan peringatan hari besar Islam, mengundang KH Wahfiudin sebagai pembicara,” ungkap Nursidin penuh semangat. KH. Wahfiudin adalah seorang ulama yang mendalami kajian ketasawufan dan praktek ketarekatan.

Menurut keterangan sejumlah guru, kajian yang disampaikan oleh ulama Betawi itu sangat menarik dan dibutuhkan oleh sekolah. Setelah event tersebut, guru-guru ber-inisiatif untuk menyelenggarakan pelatihan manajemen qalbu di sekolah. Gayung bersambut, kepala sekolah menyetujui, peserta yang dihadirkan selain guru adalah pengurus RT, RW dan DKM masjid setempat.

“Pelatihan diselenggarakan selama 6 sesi, 1 sesi per hari sekitar 2.5 jam, sehingga aktivitas guru dan warga sekitar tidak terganggu. Materi yang mempunyai dampak besar adalah praktek dzikir,”jelas Nursidin.

Praktek dzikir akhirnya menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan SMPN 269. Kesadaran akan pentingnya menjadi pribadi yang terus mendekat kepada Tuhan semakin meningkat. Sekolah mulai berbenah, begitu juga lingkungan sekitar. “ternyata habit dzikir mempunyai pengaruh besar ke jiwa kita semua.” tegasnya.

Merasa banyak sekali perubahan yang terjadi dari peserta pelatihan, sekolah berniat kuat agar seluruh siswanya bisa mengikuti program ini. Maka secara rutin SMPN 269 menyelenggarakan pelatihan dan majelis dzikir di sekolah. Beberapa ulama pengamal tarekat sudah banyak yang hadir, khususnya dari Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah PP Suryalaya.

Untuk mewadahi aktivitas siswa yang aktif mengikuti pelatihan dan majelis dzikir, sekolah membentuk GAMISS (Generasi Muslih Shaleh dan Sukses). GAMISS menjelma menjadi ajang kreatifitas siswa dengan mengedepankan akhlaq. “Setiap hari jum’at pukul 14:00, kami mengadakan kajian-kajian ke-islaman setelah didahului dengan dzikir berjama’ah.” ungkap salah seorang siswa. Bersambung…

(Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...