Spiritualitas Pengorbanan Yang Membahagiakan

Sidang Idul Adha yang dimuliakan Allah.
Mari kita bertanya untuk apa hidup ini? Hidup yang seperti apa yang kita inginkan? Hidup yang nyaman dan dapat melakukan seenaknya TANPA misi kemuliaan? Atau hidup dengan mengusung misi mulia sebagai khalifah Allah.

Jika kehidupan yang pertama yang kita pilih, maka kehidpan kita tak ubahnya hewan. Semua aktifitas harus menghasilkan uang, kesusksesan beraktifitas diukur dengan uang. Semua aktifitas baik belajar, bekerja, bergaul harus bermuara pada satu hal yaitu uang. Lalu kalau uang sudah banyak untuk apa? Bisa makan enak dan seenaknya, bisa membeli rumah yang nyaman sehingga enak kawin dan enak tidur. Kalau tujuannya adalah makan kawin dan tidur, apa bedanya dengan hewan?

Tetapi hidup sebagai khalifah Allah pastilah mengusung misi kemuliaan. Apakah dalam bidang pendidikan, agama, tauhid, fiqih, tasawuf, kesehatan, sains, sosial budaya, kesejahteraan, kebahagiaan, pembangunan, ketentraman, kedamaian, kestabilan dan lain-lain.

Misi muia apa yang kita perjuangkan? Semakin dewasa harusnya semakin sadar misi mulia yang diperjuangkan. Oleh karena itulah Allah menjadikan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi’.” (QS. 2 : 30).

Mengusung misi kemuliaan memerlukan perjuangan, perjuangan memerlukan pengorbanan. Ada yang berkorban harta, tenaga, waktu, pikiran, bahkan ada juga yang mengorbankan nyawanya. Dan pengorbanan terberat adalah pengorbanan nyawa. Nabi Ismail remaja, sudah berani mengorbankan nyawanya demi menjalankan perintah Allah.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu!” Ismail menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS: Asshaffat: 102).

Kita yang sudah merasa dewasa, apakah yang sudah kita korbankan untuk Allah?

Sesungguhnya dunia adalah ujian. Hidup adalah ujian apakah kita mengisi hidup dengan penuh kemuliaan atau keegoisan? Pengorbanan atau keserakahan? Kebencian atau kasih sayang? Pecah belah atau persatuan? Allah berfirman: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk: 2).

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...