Syaikhi, Sufi yang Kaya dan Sederhana

Kunming – Setelah rehat sejenak, Jumat (02/02) tim redaksi diagendakan berjumpa dengan Syaikh Muhammad Habibul ‘Alim Abdurrauf pada sore hari, selepas shalat jumat.

Suhu di Kunming dalam beberapa hari turun cukup ekstrem. Siang itu sekitar empat derajat celcius.

Kami ikut bergabung shalat jumat bersama jamaah Thariqah Naqsyabandiyyah al-Jahariyyah. Sebelum waktu shalat, kita membaca surat al-Kahfi, semua yang hadir mendapat giliran beberapa ayat. Bagi kami lantunan bacaan quran sangat menarik, dengan langgam khas Tiongkok.

Selepas tadarus surat al-Kahfi, Ust. Zamili berdiri, menyampaikan ceramah tentang Nur Muhammad saw. Alhamdulillah ada Ust. Ali yang membantu menterjemahkan isi ceramah.

Dalam paparannya Ust. Zamili menyampaikan bahwa alam semesta ada karena adanya Nur Muhammad saw. Ia menyatir sebuah hadits qudsi, “Kalau tidak karena engkau wahai Muhammad, tidak aku ciptakan alam semesta,” ujarnya.

Tidak lama kemudian masuk shalat jumat. Setelah shalat jumat berjamaah, dilanjutkan dengan tadarus surat al-Mulk.

Sore hari sekitar pukul 16.00 waktu setempat, akhirnya kami dipertemukan dengan Syaikhi, panggilan akrab  murid-murid Naqsyabandiyyah al-Jahariyyah terhadap Mursyidnya.

Syaikhi tinggal di sebuah apartemen tujuh lantai yang sederhana. Lebih tepatnya kalau di indonesia seperti rumah susun. “Itu dia motor beliau yang dipakai sehari-hari,” ujar Ustadz Ali saat kami tiba di bawah apartemen.

Usia Syaikhi 79 tahun. Dan Ia tinggal di lantai lima, tidak ada lift. Saat menapaki tangga demi tangga, terasa cukup melelahkan, terlebih bagi kami yang tidak rutin berolahraga. Bagaimana dengan Syaikhi? Jangan heran, Ia seorang master kungfu yang rutin menjaga kebugaran jismani dan ruhani.

Tibalah kami di depan pintu kediamannya, di sambut oleh seorang asistennya yang masih muda. “Wa’alaykumussalam, please come in,” ujarnya mempersilahkan kami masuk ke ruangan yang biasa untuk menerima tamu.

Kediaman Syaikhi tidak besar, tidak lebih besar dari tipe 45. Sungguh sangat sederhana. Padahal Ia memiliki belasan restoran muslim, perguruan kungfu dengan banyak murid, usaha properti dan lain-lainnya.

“Syaikhi mendedikasikam semua yang ada untuk kepentingan dakwah. Ia sangat dermawan,” ujar Ust. Ali.

Tidak berapa lama Syaikhi tiba di ruangan. Alhamdulillah kami mendapat banyak limpahan pencerahan darinya.

“Ya Allah, jadikanlah dunia ada dalam genggaman kami. Jangan jadikan dunia ada dalam qalbu kami.” (Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...