Syekh Tolhah Kali Sapu Cirebon (3/4)

Syekh Tolhah ditangkap Belanda, lalu dibebaskan dan jadi penasihat Sultan Kasepuhan

Pada tahun 1888 di Cilegon Banten, terjadi pemberontakan melawan Belanda yang dipimpin oleh murid-murid Syekh Abdul Karim, Khalifah TQN di Banten.

Akibatnya aparat keamanan kolonial Belanda di Cirebon mengamati secara ketat sikap dan prilaku Syekh Tolhah yang juga Khalifah TQN di Cirebon dan seperguruan dengan Syekh Abdul Karim.

Pemerintah Belanda lalu menangkap Syekh Tolhah, atas dasar laporan ulama-ulama anti TQN bahwa Syekh Tolhah dalam setiap khutbah Jumat sering mengutarakan ujaran kebencian kepada Ratu Belanda.

Baca juga: Syekh Tolhah Kali Sapu Cirebon Part 1/4

Setelah menjalani pemeriksaan di Cirebon, Syekh Tolhah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa oleh Staff Gubernur Jendral Belanda. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Batavia (Jakarta) Syekh Tolhah dinyatakan tidak melakukan pelanggaran besar dan boleh kembali ke Kalisapu. Namun aparat keamanan Belanda menjadi lebih intensif mengawasi sikap dan prilaku Syekh Tolhah.

Pesantren terus berkembang. Semakin banyak pelajar dan kiai dari berbagai daerah di luar Cirebon yang ingin berguru kepada Syekh Tolhah. Di lain sisi, situasi dan kondisi saat itu tidak menggembirakan karena pengawasan pihak Belanda.

Syekh Tolhah untuk sementara memindahkan aktivitas pengajaran TQN ke Trusmi. Di Kalisapu tetap diadakan kegiatan pengajaran TQN, hanya frekuensinya saja yang dikurangi. Syekh Tolhah lebih sering menghabiskan waktunya di Trusmi, sesekali di Kalisapu.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi