Tantangan Kemajuan Digital Untuk Kaum Marjinal

Jakarta – Diskusi publik ‘Potret Kaum Marginal Jakarta – Dulu, Kini & Nanti’ di Cikini, Jakarta Pusat Rabu (7/8) dihadiri beberapa pemangku kepentingan.

Peneliti dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Bhima Yudhistira mengatakan ketegori miskin bukan hanya masalah pendapatan semata. Ada variabel pengeluaran dan ketimpangan sosial.

Memotret orang miskin di Jakarta tidak bisa seperti di daerah lain, contoh Papua. “Di Papua masih ada yang pakai koteka, di lain sisi ada karyawan tambang bergaji besar.” Menurutnya lebih mudah memetakan orang miskin di daerah dibanding di kota besar.

Bhima juga mengangkat tantangan kemajuan digital di perkotaan, khususnya Jabodetabek.

“Ada sekitar dua juta pengemudi ojek online (ojol), sebagian besar ada di Jabodetabek. Mereka pekerja tidak tetap, low skill, mudah diputus kontraknya. Dikasih bintang 1, besok dia offline,” terangnya.

Loncatan ekonomi digital bagus namun di lain sisi ada tantangan yang harus diselesaikan juga.

“Lalu di mana orang-orang yang ada di posisi medium skill dan high skill? Apakah mereka ada di Jakarta atau di luar negeri?” sambungnya.

Bhima melanjutkan, pemerintah dan lembaga swasta harus bisa berkolaborasi menuntaskan tantangan ke depan dengan memiliki platform bersama. Menurutnya salah satu solusi meningkatkan kehidupan kaum marjinal dengan mengembangkan konsep wakaf produktif.

Pegiat dakwah tarekat Nugraha Romadhan yang ikut menghadiri diskusi tersebut mengamini pernyataan Bhima. “Para pengamal tarekat harus lebih sering menghadiri kajian-kajian sosial kemasyarakatan agar mampu mengimplementasikan olah ruhani menjadi solusi untuk umat.”

Diskusi publik diselenggarakan oleh YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN menghadirkan 5 pembicara. Deputi Direktur YBM PLN Salman Al Farisi, Peneliti INDEF Bhima Yudhistira, Dinas Sosial DKI Jakarta Dr. Mariana, Ketua Gerakan Turun Tangan M. Chozin Amirullah dan Pengurus Ikalan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jakarta Sabeth Abilawa.

Kegiatan yang diadakan di Resto Bumbu Desa ini dimoderatori Pimred Republika Irfan Junaidi. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...