Taubat Sebelum Maksiat

Dari sederet nama orang-orang shaleh dalam sejarah Islam, Syaikh Abu al-Qasim al-Junaid al-Baghdadi termasuk yang paling masyhur. Syaikh Junaid hidup sezaman dengan beberapa tokoh sufi legendaris lainnya seperti Syaikh Abu Yazid al-Busthami, Syaikh Mansur al-Hallaj dan Syaikh Dzun Nun al-Misri. Beliau tinggal di Baghdad dan wafat di kota itu pada 910M. Beliau adalah keponakan dari Syaikh Sarri as-Saqathi, tokoh besar lain dari kaum shalihin.

Beragam kisah penuh hikmah tercatat dari perjalanan hidup beliau. Suatu hari, pada suatu fase perjalanan ruhaninya, Syaikh Junaid bertakziyah ke salah seorang yang meninggal di kota Baghdad. Saat beliau menunggu proses pengurusan mayit sebelum dimakamkan, muncul seorang pria miskin meminta-minta.

“Orang itu masih segar-bugar,” bisik Syaikh Junaid dalam hatinya melihat pengemis itu. “Kalau saja mau bekerja, dia tentu bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus mengemis dan menghinakan diri seperti itu.”

Selesai mayit itu dikuburkan, Syaikh Junaid pun kembali ke rumahnya. Tidak seperti biasanya, sejak itu beliau tidak dapat menyelesaikan wirid-wirid yang biasa dilakukannya. Beliau pun heran dan kebingungan apa yang menyebabkan istiqamahnya menjadi hilang. Beliau menangis memohon kepada Allah.

Tak lama, suatu malam beliau bermimpi. Dalam mimpi itu, orang fakir yg meminta-mita itu digotong oleh beberapa orang dan diletakkan di sebuah meja makan. Lalu dihidangkan kepada Syaikh Junaid.

“Makanlah,” beliau ditawari.

“Aku tidak makan daging manusia,” tolak beliau.

“Lalu kenapa engkau melakukannya saat di masjid kemarin?” beliau ditanya.

Saat terbangun, Syaikh Junaid langsung menyadari kesalahannya karena telah menghujat pria itu dalam hatinya. Dan dengan itu dia telah ditegur atas pikiran buruknya itu.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...