Thariqah Metode Penyucian Diri

Tasawuf adalah ilmu yang berfungsi untuk menelisik penyakit jiwa manusia dan obatnya. Serta menjelaskan pengobatan dan penyembuhannya untuk mencapai tingkat kesempurnaan dan keberhasilan. Dan itu termasuk dalam firman Allah Swt.

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا

Sungguh beruntung (memperoleh keberhasilan) orang yang menyucikannya (jiwa) itu. (Ash-Shams: 9).

Syekh As Sayyid Abdullah bin Muhammad As Shiddiq Al Ghumari Al Hasany dalam kitabnya Husnu at Talatthuf fi Bayani Wujubi Suluki Ahli At Tashawuf menulis, Baca juga…

ولا شك أن علاج النفس من أمراضها وأدرانها أمر يوجبه الشرع القويم ويستحسنه العقل السليم ولولا ذلك لما كان هناك فرق بين الإنسان والحيوان

Mengobati jiwa dari berbagai penyakit dan kotorannya adalah hal yang diwajibkan oleh syariat yang benar dan dianjurkan oleh akal yang sehat. Kalau tidak, tidak akan ada perbedaan antara manusia dan binatang.

Penyakit qalbu yang menjadi fokus tasawuf juga secara nyata disebutkan dalam Al Qur’an.

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu ; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta. (Al-Baqarah: 10).

Syekh Abdul Qadir Isa dalam Haqaiq an At Tashawuf menyebutkan bahwa Rasulullah Saw amat memperhatikan sahabatnya dalam urusan qalbu. Beliau menjelaskan bahwa kebaikan manusia itu tergantung dari pembenahan qalbunya dan kesembuhannya dari aneka penyakit yang tersembunyi dan yang mendasarinya.

ألا وإن في الجسد مُضغة إذا صلحتْ صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب

Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia itu terdapat mudhghah, apabila ia baik, maka baik seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah ia adalah qalbu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Pentingnya membenahi qalbu juga diisyaratkan Rasulullah Saw ketika mengajari para sahabatnya, bahwa yang dilihat Allah dari seseorang itu ialah qalbunya. Sebagaimana beliau bersabda,

إن الله لا ينظرُ إلى أجسادكم ولا إلى صوركم، ولكن ينظرُ إلى قلوبكم

Sesungguhnya Allah tidak melihat fisikmu, tidak juga rupamu, akan tetapi Dia melihat qalbumu (HR. Muslim).

Penyakit qalbu menjadi sebab jauhnya kita dari Allah Swt, serta jauh dari surga-Nya. Sebagaimana Nabi bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak masuk surga siapa yang di dalam qalbunya ada kesombongan seberat dzarrah. (HR. Muslim).

Maka berdasarkan hal ini, keselamatan manusia di akhirat ditentukan oleh selamatnya qalbu dari penyakit dan kotorannya. Baca juga…

Dari sini, Hujjatul Islam Imam Ghazali menilai bahwa masuk tarekat bersama ulama sufi termasuk fardhu ain.

الدُّخُولُ مَعَ الصُّوفِيَّةِ فَرْضُ عَيْنٍ، إِذْ لَا يَخْلُو أَحَدٌ مِنْ عَيْبٍ أَو مَرَضٍ إِلَّا الأَنْبِيَاءُ عَلَيْهِمُ الصلاة السَّلَامُ

Masuk bersama para sufi adalah fardhu ain, karena tidak ada yang bebas dari kesalahan atau penyakit kecuali para nabi as.

Thariqah atau tarekat sufi ialah metode atau pun program pendidikan yang mementingkan dan fokus pada aspek penyucian diri (tathirun nafs wa tazkiyatuha) dari segala macam penyakit yang menghalangi (menjadi hijab) manusia dari Allah Azza wa Jalla.

Tujuan utama dari tarekat ialah  maqam Ihsan yang merupakan salah satu rukun agama. Dan maqam Ihsan (yakni musyahadah dan muraqabah) sulit diraih dengan qalbu yang masih terhijab lantaran berpenyakit dan kotor. Wallahu a’lam.

#thariqah #jiwa #nafs

Rekomendasi
Komentar
Loading...