Tiga Manifestasi Utama Tasawuf

Tasawuf menyucikan jiwa, dzikir dan zuhud untuk capai Ihsan dan dekat dengan Allah

Syekh Ali Jum’ah dalam karyanya Al Bayanul Qawim Litashihi Ba’dhil Mafahim menulis bahwa tasawuf itu metode pendidikan rohani dan suluk yang meningkatkan seorang muslim pada martabat Ihsan. Adapun Ihsan itu seperti dijelaskan oleh Nabi Muhammad Saw ialah;

أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu meihat-Nya, maka sungguh Dia melihatmu (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Maka tasawuf itu program pendidikan yang mementingkan atau fokus pada aspek penyucian diri (tathirun nafs) dari segala macam penyakit yang menghalangi (menjadi hijab) manusia dari Allah Azza wa Jalla.

Baca juga: Pangkal dan Cita-cita Tasawuf Menurut Abah Anom

Mufti Besar Mesir itu menyebut tasawuf berfungsi untuk meluruskan penyimpangan atau pun kerusakan jiwa dan memperbaiki tingkah laku (taqwimus suluki), baik yang berkaitan dengan koneksi (hubungan) dengan Allah, dengan pihak lain maupun dengan diri sendiri.

Ulama Besar Al Azhar tersebut menjelaskan bahwa tarekat sufi itu merupakan madrasah yang menyempurnakan penyucian diri (tathirun nafsi) dan pembenahan tingkah laku (taqwimus suluki) tersebut. Dan seorang Syekh ialah pelaksana atau guru yang bertanggung jawab melakukan proses tersebut bersama dengan murid tarekat.

Manusia secara tabiat, terhimpun di dalamnya aneka penyakit. Seperti sombong, ujub (besar kepala) ghurur (congkak dan arogan), ananiyah (egoisme), bukhl (kikir), ghadab (naik pitam), riya’, senang maksiat dan berbuat salah, dendam, benci, sakit hati, khida’ (licik), tamak (serakah) serta rakus.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi