TQN Bali Gelar Safari Dakwah Tasawuf, Majelis Manaqib Semakin Semarak

Bali – TQN Bali di penghujung bulan ini menggelar safari dakwah tasawuf bersama wakil talqin Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya, KH. Wahfiudin Sakam. Kegiatan yang dimulai Jumat (23/02) hingga Senin (26/02) selain untuk menyambangi beberapa majelis manaqib, juga untuk membina para pendidik di pulau yang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia.

Kyai Wahfiudin  yang didampingi oleh salah seorang stafnya, Ust. Anis Lukmanul Hakhim tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (23/02) malam. Kegiatan malam itu diisi diskusi dengan beberapa pengurus TQN Bali.

Keesokan harinya, saat manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani qs di Singaraja, Kyai Wahfiudin memaparkan materi tentang Ilah. Ia mengingatkan, dzikir harian yang dijadikan alat untuk riyadhah ada dua, yaitu dzikir jahri dan khafiy.  Dzikir jahri menggunakan kalimatul ikhlas Laa ilaaha illallaah.

“Sangat penting bagi kita memahami dan merasakan betul makna Ilah. Saya mau tanya dulu, bagaimana Bapak, Ibu memahami makna Ilah? tanya kyai yang Januari kemarin terpilih sebagai Mudir Aam JATMAN.

Dalam penjelasannya, Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat menyimpulkan Ilah adalah segala sesuatu yang dipentingkan sedemikian rupa sehingga kita terdominasi, terkuasai oleh sesuatu itu. “Kalau begitu banyak hal bisa menjadi Ilah. Ada orang yang Ilahnya harta, popularitas, orang-orang yang dicintainya, bahkan dirinya,” jelasnya.

Pagi ini, Ahad (25/02) setelah mengisi kuliah shubuh di Masjid al-Ikhlas, Monang-Maning, Denpasar, Kyai Wahfiudin menyampaikan tausiyah manaqib di TQN Korwil Bali. Manaqib tidak hanya dihadiri oleh pengurus korwil dan perwakilan, namun juga jamaah yang datang dari berbagai daerah di Bali.

Sebelum kembali ke Jakarta besok sore, pagi harinya Kyai Wahfiudin dijadwalkan untuk memberikan pembinaan karakter bagi para pendidik di Sekolah Bina Taqwa, Denpasar. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...