TQN di Palangkaraya Kembangkan Dakwah Tarekat ke Mahasiswa

TQN di Palangkaraya Kembangkan Dakwah Tarekat ke Mahasiswa

Palangka Raya – TQN Suryalaya di Kota Palangka Raya terus bergeliat. Berbagai program dan kegiatan dakwah TQN dilaksanakan para pengurusmya. Tak hanya dewasa dan orangtua, remaja dan mahasiswa pun dijadikan lahan subur bagi pengembangan dakwah TQN di ibu kota Kalimantan Tengah itu.

Sabtu malam (12/5) digelar kuliah seputar tasawuf dan tarekat di markas TQN yang terletak di SD-IT Al Qonita, Jl. Ranying Suring No.7 Palangka Raya. Terbuka untuk mahasiswa dan umum, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang 40 peserta yang kebanyakan mahasiswa IAIN Palangka Raya.

“Mereka mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Tapi kebanyakan mahasiswa Prodi PIAUD yang mengikuti matakuliah Akhlak Tasawuf yang saya ampu,” ujar Kang Cecep, dosen IAIN Palangkaraya yang juga ketua pengurus TQN di Palangka Raya.

“Di kelas, mereka sudah mengkaji sejarah dan teori-teori seputar tasawuf. Itu tidak cukup. Mereka perlu berkenalan langsung dengan tasawuf praktis dari praktisinya,” pungkasnya.

Selanjutnya ia menyampaikan jika Guru Ust. Saprullah yang menjadi narasumber kegiatan tersebut, adalah seorang muballigh sekaligus wakil talqin Abah Anom di Kalimantan Tengah.

“Bila perlu mereka mau menyelami langsung lautan tasawuf. Berhubung narasumbernya seorang wakil talqin, selesai acara nanti diadakan prosesi talqin bagi para peserta yang berminat,” tambahnya.

Dalam uraiannya, Ust. Saprullah menjelaskan tasawuf buahnya adalah akhlaqul karimah. Tasawuf mengajarkan penyucian qalbu yang melahirkan akhlak mulia. Dalam Islam, membersihkan dan mensucikan badan itu wajib, terutama saat mau beribadah. Sucinya badan dari hadats dan najis jadi syarat wajib shalat dan banyak ibadah lainnya.

“Bagaimana dengan ruhani kita, wajibkan dibersihkan,” tanya Ust. Saprullah. “Wajib!” hadirin kompak menjawab. “Maka belajar tasawuf pun adalah wajib. Sebab, tasawuflah ilmu yang disusun para ulama sufi yang di dalamnya berisi metode-metode penyucian jiwa,” papar dai yang diangkat wakil talqin sejak berumur 30 tahun itu.

Tarekat sendiri adalah mazhab-mazhab di dalam tasawuf. Hasil ijtihad para ulama sufi tentang metodologi pembersihan ruhani melahirkan tarekat-tarekat seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Sammaniyah, Khalidiyah, Sadziliyah, dan lain sebagainya.

Selesai ceramah, dilangsungkan sesi tanya jawab dan para peserta pun aktif mengajukan pertanyaan. Kuliah tersebut berlangsung sekitar 100 menit, dan ditutup dengan prosesi talqin dzikir. (Cecep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *