Tugas Rasul, Tema Manaqib di Sungai Lilin

Jakarta – Hari pertama safari dakwah ke Sumatera Selatan (29/12), Wakil Sekretaris Divisi DIKLAT dan Pengkaderan Lembaga Dakwah NU, Kyai Wahfiudin menghadiri pengajian manaqib di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Pengajian yang diadakan di rumah makan milik salah satu pengurus Yayasan Serba Bakti (YSB) Pesantren Suryalaya, Korwil Sumsel ini dihadiri tidak kurang dari 200 warga sekitar.

Ketua YSB Korwil Sumsel, H. Ali Imran dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran jamaah dari berbagai desa di sekitar Sungai Lilin. “Insya Allah kami bersama para ulama dan muballigh akan terus membina ikhwan yang ada di pelosok,” ujarnya dihadapan warga. Tampak hadir ketua DPRD Sumsel, Eddy Mulyadi serta beberapa pengurus dari YSB Sumsel.

Pengajian manaqib diawali dengan shalat maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir khatm hingga selesai. “Alhamdulillah jamaah yang hadir mendapatkan pembelajaran dzikir,” ungkap Ust. Kodir, manager perjalanan safari dakwah.

Dalam paparannya, Kyai Wahfiudin menyampaikan materi tentang pentingnya mempunyai mursyid yang waliyullah. “Rasulullah selain meninggalkan quran dan hadits, juga meninggalkan kader yang mewarisi tugas beliau untuk tilawah, tazkiyah dan taklim,” tegas wakil talqin Abah Anom ini.

Kyai Wahfiudin di akhir sesi mengingatkan jika ulama adalah pewaris para nabi. Mereka disebut pewaris para nabi karena mewarisi tugas nabi seperti yang disebutkan di atas. “Maka pentinglah bagi kita untuk mencari mursyid, imam atau murabbi yang berkualifikasi waliyullah,” tutupnya menjelang pukul 24:00 wib. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...