Tujuh Bagian Penting Wealth Management

Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan menempatkan harta sebagai pokok kehidupan.

وَلَا تُؤۡتُواْ ٱلسُّفَهَآءَ أَمۡوَٰلَكُمُ ٱلَّتِي جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمۡ قِيَٰمٗا

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. (An-Nisa’: 5)

Sehingga salah satu aspek penting dalam kehidupan ini ialah bagaimana kita mengelola harta atau yang disebut dengan Wealth Management.

Islam yang memiliki karakteristik komprehensif telah memberikan cara yang baik dan bijaksana menyangkut pengelolaan harta. Sehingga Wealth Management ini menjadi salah satu bagian penting dalam ekonomi syari’ah.

Pakar ekonomi syariah, Dr. M. Syafi’i Antonio, M.Ec mengatakan bahwa Wealth Management sedemikian pentingnya itu akan bisa menjadi faktor seseorang untuk sejahtera dan bahagia di dunia dan akhirat. Yakni jikalau dia mampu mengelola apa yang telah Allah berikan kepadanya. Baca juga…

Secara umum, Wealth Management terdiri dari tujuh bagian. Doktor Banking & Micro Finance lulusan Universitas Melbourne ini menyebutnya sebagai Islamic Wealth Management QBN WAY (Quantum Bisnis Nabawi).

Yakni bagaimana kita menjalankan usaha, mengelola harta secara sunnah Rasulullah Saw. Mengapa demikian? karena Nabi Muhammad Saw itu bukan hanya seorang nabi, beliau juga seorang pedagang, seorang entrepreneur.

Bahkan, kata pendiri Tazkia Group ini, Nabi Muhammad Saw menggeluti dunia usaha (entrepreneurship) dalam jangka waktu yang lama, bahkan lebih lama dibanding masa ketika diangkat menjadi nabi. Masa dagang nabi itu selama 27 tahun, dan masa sejak diangkat jadi nabi selama 23 tahun.

Berikut ini tujuh bagian Wealth Management:

1. Income Maximilization

Artinya bagaimana kita memaksimalkan income (pemasukan). Apakah dengan cara bekerja, berbisnis, berdagang, atau semua rangkaian dan jenis usaha yang kita lakukan.

2. Spending Management

Maksudnya ialah bagaimana kita mengelola arus kas kita dengan hemat dan bijaksana, tidak boros, tidak juga pelit tetapi pertengahan atau moderation.

3. Investment Strategy

Adalah bagaimana kita melakukan investasi, baik investasi di sektor riil, sektor keuangan. Bagaimana investasi jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Baca juga…

4. Insurance Options

Sedangkan Insurance ini ialah bagaimana kita mengamankan keluarga kita, rumah kita, bahkan mengamankan pabrik dan kantor kita dari berbagai resiko, termasuk kesehatan kita juga direncanakan insurance-nya (at ta’min fil Islam).

5. Zakat, Infaq, Shadaqah Waqf & Tax

Adapun bagian ini artinya kita bersyukur kepada Allah Swt dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, wakaf (ziswaf), dan tentu sebagai warga negara kita wajib membayar pajak.

6. Pension Planning

Memiliki makna bagaimana kita merencanakan hari tua kita. Misalnya merencanakan pensiun lebih dini pada usia 50 atau 60. Karena salah satu yang menjadi bahaya itu adalah ketika tidak punya kekuasaan, tidak punya otoritas bahkan tidak punya income ditambah penyakit yang datang.

7. Estate Planning & Warits

Bagian terakhir ini merupakan satu hal yang amat penting. Yakni jikalau kita akan meninggalkan sesuatu, itu kira-kira bagaimana strateginya. Bagaimana kita mengkombinasikan antara apa yang kita wariskan, yang kita wasiatkan demikian juga yang kita wakafkan. Hal ini menjadi kian penting karena kita perlu tetap terus mendapat transfer (pahala) meskipun sudah wafat, untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.

#wealth #harta #waris

Rekomendasi
Komentar
Loading...