Urgensi Pengembangan Wisata Syariah di Jakarta

Al-qur’an menganjurkan kita untuk melakukan perjalanan siiruu fil ardhi, (QS Al-An’am, 6 : 11) di banyak tempat di bumi, sebagai ibrah atau pelajaran hidup masa lalu yang berharga, untuk menata masa depan yang lebih baik. Ayat di atas mendorong umat Islam untuk melakukan perjalanan/wisata syariah.

Saat ini sektor wisata syariah, mulai mendapat perhatian serius banyak negara dan pengusaha industri pariwisata, untuk menarik sebanyak mungkin potensi wisatawan muslim yang cukup besar untuk berkunjung ke destinasi wisata mereka. Kehadiran wisatawan akan mendongkrak pendapatan devisa negara atau Pendapatan Asli Daerah, berkembangnya ekonomi kreatif serta meningkatnya peluang kerja dan berusaha bagi masyarakat sekitar dan industri pariwisata.

Untuk menarik wisatawan muslim, pengelola pariwisata, seperti hotel, restoran dan obyek wisata islami lainnya, berusaha menyenangkan dan memuaskan mereka sesuai dengan keyakinan agamanya, dengan akomodasi berlabel syariah dan makanan yang bersertifikasi halal.

Ditambah dengan pelayanan yang ramah (freindly) dan lingkungan yang bernuansa islami. Ini alasan utama kenapa banyak negara dan pengusaha pariwisata berlomba-lomba untuk menggarap sektor pariwisata syariah dengan serius. Kementerian Pariwisata pada tahun ini telah menetapakan 12 daerah tujuan (destinasi wisata), salah satunya adalah DKI Jakarta, yang dipandang telah siap baik dari segi sarana dan SDM-nya.

Wisata syariah merupakan upaya baru pengembangan pariwisata Indonesia dengan mengapresiasi nilai-nilai dan budaya islami. Selama ini ada kesan kuat, bahwa pariwisata tidak terlepas dari seks dan pergaulan bebas.

Pariwisata syariah diresmikan oleh Pemerintahan SBY Oktober 2013. Kita termasuk baru atau bisa dikatakan terlambat dalam pengembangan wisata syariah ini, dibandingkan negara Malaysia, Jepang dan Hongkong. Padahal kita negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sektor wisata syariah ini di Malaysia bahkan jadi penghasil devisa kedua terbesar tahun 20110 USD 18,8 miliar. Dengan 366 hotel dan 2000 restoran yang besertikat halal.

Pengembangan wisata syariah yang kita kembangkan meliputi perhotelan, restoran, biro atau jasa perjalanan wisata dan Spa. Dan sarana penunjang pariwisata lainnya, seperti wisata ziarah/ruhani, rumah ibadah dll. Tujuannya untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) atau wisatawan lokal (wislok) dan mendorong tumbuh kembangnya entitas bisnis syariah di Jakarta. Suatu dipandang sebagai destinasi wisata syariah, bila obyek wisata memiliki nilai-nilai Islami, hotel dengan makanan dan minuman halal dan tersedia sarana ibadah. Kementerian pariwisata telah bekerjasama dengan MUI untuk sertifikasi halal terhadap hotel dan restoran, namun masih sedikit yang disertifikasi.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...