Urgensi Self Leadership dalam Islam

Kesuksesan dalam memimpin perusahaan, organisasi, masyarakat ataupun keluarga ditentukan oleh kemampuan memimpin diri sendiri (self leadership).

Tanpa kompetensi ini seseorang akan sulit melakukan kerja kepemimpinan. Sehingga ungkapan bahwa Anda tidak mungkin mampu memimpin orang lain jika tak mampu memimpin diri sendiri benar adanya.

Sehingga dalam Islam kompetensi memimpin diri sendiri ini diletakkan sebagai jihad akbar. Ketika pulang dari salah satu perang yang paling dahsyat dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad Saw berkata kepada para sahabatnya. “Kita pulang dari perang yang lebih kecil menuju perang yang lebih besar.”

Para sahabat saling berpandangan dan bertanya-tanya. “Bukankah perang yang baru dilalui adalah perang yang besar?” Salah seorang sahabat kemudian bertanya, “apa perang yang lebih besar itu wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “perang melawan hawa nafsu.”

Kekuatan Sebenarnya Ada pada Self Leadership

Hadis ini juga selaras dengan sabda nabi Saw bahwa, “orang kuat bukanlah orang yang sering menang berkelahi, akan tetapi orang kuat ialah dia yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kekuatan seseorang tidak diukur dari seberapa besar otot dan kekuatan fisiknya untuk menjatuhkan atau mengalahkan orang lain. Justru nabi menginformasikan bahwa pengendalian diri atau kemampuan untuk mengontrol diri adalah kekuatan yang sebenarnya.

Sebab marah yang tidak proporsional adalah bukti kalau dirinya tidak mampu memimpin diri. Dengan kata lain orang yang tidak mampu mengendalikan diri saat marah memiliki self leadership yang lemah.

Sehingga qalbu manusia sebagai pusat ruhani manusia harus terus dibersihkan dan dilatihkan agar memiliki kompetensi self leadership. itu sebabnya dalam tarekat, ada metode yang diajarkan nabi untuk membersihkan qalbu dari aneka kepentingan diri, hawa nafsu, kotoran jiwa dan penyakit batin lainnya serta menyucikannya. Yakni, misalnya dengan dzikir yang dibimbing oleh seorang Mursyid.

Karena dalam Islam, self leadership amat dibutuhkan terutama dalam setiap ibadah yang mesti didasari oleh keikhlasan. Dan keikhlasan ini perlu pengendalian diri. Bagaimana menghilangkan keinginan untuk dilihat orang, membersihkan batin dari keakuan dan mengandalkan kemampuan diri. Padahal tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Swt.

Maka dengan demikian self leadership ini bukan hanya modal untuk melakukan kerja kepemimpinan di lingkungan terkecil sampai yang besar, tapi juga demi kesuksesan beribadah mengabdi pada Allah Swt.

Karena sejatinya setiap orang adalah pemimpin, sebagaimana sabda Nabi Saw, “setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itu sebabnya umat Islam diwajibkan untuk berpuasa demi melatih diri secara lahir batin serta dianjurkan untuk memperbanyak dzikrullah di setiap waktu dan tempat tiada lain untuk meningkatkan kualitas self leadership.

Karena problem yang terjadi pada kehidupan manusia jika digali lebih lanjut didominasi oleh lemahnya kontrol diri. Maka di sinilah urgensinya self leadership dalam Islam.

Rekomendasi
Komentar
Loading...