Ustaz Shaifudin bin Maulup, Wakil Talqin yang Hobi Diving

Negeri Sembilan – Jumat 2 September 2005 ada 10 ikhwan yang diangkat menjadi wakil talqin oleh Syekh Mursyid KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (qs). 8 orang dari Indonesia dan 2 dari Malaysia.

Salah seorang yang diangkat adalah Hj. Shaifudin bin Maulup asal Negeri Sembilan, Malaysia. Pria kelahiran 4 Januari 1975 ini menjadi wakil talqin saat berusia 30 tahun, masih muda dan hafiz quran.

Redaksi TQNNews berkesempatan mengunjungi Pusat Pendidikan Al Irshad pada Juli 2017 untuk melihat perkembangan dakwah tarekat di sana melalui pendidikan dan rehabilitasi dadah (narkoba). Saat ini ada 140 santri yang sedang mengikuti program tahfiz dan 40 anak bina Inabah.

Dai yang gemar membaca ini sangat mencintai dunia pendidikan Islam. Pada tahun 2000 Ustaz Shaifudin menerima Ijazah Al-Quran dan Qiraat Universiti Al-Azhar Mesir. Tahun 2018 menyelesaikan Program Master of Islamic Studies di OUM Malaysia. Dan tahun ini memulai PhD program Ketamadunan Islam Pengkhususan Ideologi Wasatiyyah di Institut Islam Hadhari UKM.

Hobi menyelam sudah dilakukan sejak 2015.

Aktivitas ayah dengan 5 orang putra dan putri cukup padat. Sebagai Pendiri dan Ketua Pusat Pendidikan Al-Irshad dan Mudir Inabah Negeri Sembilan ia harus selalu memantau perkembangan para santri. Ustaz Shaifudin juga mendedikasikan dirinya di sebuah Non Government Organization (NGO) Baitul Hikmah sebagai direktur.

Belum lagi aktivitas pembinaan ikhwan TQN Pontren Suryalaya yang tersebar di berbagai wilayah. Suami dari Sharifah Norrasyida Syed Nordin al Jufri ini rutin mengunjungi majelis dzikir dan manaqib. Tanggung jawabnya sebagai wakil talqin diterima dengan ikhlas dan bahagia.

Lalu aktivitas apa yang biasa Ustaz Shaifudin lakukan saat ada waktu luang? Menyelam atau diving.

Sudah 4 tahun sejak 2015 ia menyukai olahraga diving. Kadang-kadang Ustaz Shaifudin menyelam disebabkan sudah terlalu sibuk, maka ia perlahankan dengan diving, release tension.

Ia ingat lokasi pertama kali melakukan diving di Pulau Tioman, Negeri Pahang, Malaysia. Dengan diving banyak pembelajaran yang ia dapatkan. Ada kedamaian, integriti dan sadar diri jika kita makhluk yang lemah.

Ust. Shaifudin bersama keluarga.

Menurutnya diving menambah kesadaran akan kebesaran ciptaanNya. Ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menikmati ciptaan-Nya. Tak heran Ustaz Shaifudin sudah 67 kali diving di lokasi berlainan.

Selain biasa diving di Pulau Redang di Terengganu, Port Dickson di Negeri Sembilan, Pulau Sipadan di Sabah dan Pulau Tioman di Pahang, Ustadz Shaifudin juga pernah mengunjungi Puket di Thailand dan Aceh di Indonesia.

Rencananya tahun depan jika tak ada halangan ia hendak silaturrahim ke Tengku Sulfandi, wakil talqin Aceh sekaligus diving di Pulau Weh. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...