Via Purgativa, Proses Pembersihan dan Pemurnian Diri (2)

Ditulis oleh KH. Wahfiudin Sakam, Mudir Aam JATMAN, Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Divisi Kaderisasi & Penguatan SDM LD-PBNU, Wakil Talqin TQN PP Suryalaya.

4. مُخْلِصٌ = orang yg memurnikan

Mukhlish adalah kata sebagai pelaku  (the doer) dari akhlasha. Mukhlish adalah orang yang sedang melakukan proses pemurnian. Orang yang banyak berdzikir Lā ilāha illā Allāh adalah orang yang mukhlish, orang yang sedang sibuk memurnikan imannya, membersihkan imannya dari cemaran-cemaran yang lain.

5. مُخْلَضٌ = orang yg termurnikan

Setelah aktif dan intensif melakukan pemurnian, pada titik tertentu orang yang mukhlish (me-murni-kan) akan menjadi mukhlash (ter-murni-kan). Pada titik itulah ia tak lagi dapat diganggu oleh iblis sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an ketika setan yang sudah dilaknat dan diusir berkata: إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ    (kecuali hamba-hambaMu, di antara mereka, yang mukhlas,QS Shad/38:83).

Iblis tak dapat dikalahkan oleh manusia dengan kekuatan fisik dan intelektualnya. Karena itu tak ada perintah dalam al-Qur’an bagi manusia untuk menaklukkan iblis. Yang Allah perintahkan adalah, di saat iblis yang menjadi setan itu sedang melancarkan serangan, supaya manusia “berlindung” kepada Allah. Bahkan dalam sebuah hadits qudsi Allah mengatakan “Lā ilāha illā Allāh bentengKu, dan orang yang mengucapkannya bagaikan masuk ke dalam bentengKu”.

Ingatkah sahabat, ketika data yang kita kirim dari komputer ke printer ternyata gagal dicetak dan printernya pun macet? Data itu tak cukup kita hapus (delete). Data harus dikikis bersih dulu supaya printer dapat berfungsi kembali. Mengikis bersih (memurnikan) dalam bahasa Inggris adalah to purge, dan proses pembersihan, atau pemurnian, dalam bahasa Latin disebut purgativa. 

Via Purgativa 

Ia adalah metode, atau cara, memurnikan aqidah, membersihkan diri, yang dalam bahasa Arab disebut tashawwuf  atau tharīqah. Di dunia tasawuf dikenal tiga tingkatan keruhanian seseorang:

  1. Takhalliy (via purgativa) yaitu pembersihan diri.
  2. Tahalliy (via illuminativa) yaitu ruh yang tercahayai oleh cahaya Ilahi.
  3. Tajalliy (via unitiva) yaitu saat diri kita sudah terdekatkan (taqarrub) bahkan mengalami ketersambungan (ittishāl) dengan Allah SWT, yang saat itu Allah katakan dalam hadits qudsi “Akulah yang menjadi pendengarannya… Akulah yang akan menjadi penglihatannya… Akulah yang akan menjadi kedua tangannya… Akulah yang akan menjadi kedua kakinya…”

Mari kita mulai dengan Via Purgativapembersihan diri dengan banyak berdzikir Lā ilāha illā Allāh, untuk memurnikan iman tawhid kita. (Selesai)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...