Via Purgativa, Proses Pembersihan dan Pemurnian Diri (1)

Ditulis oleh KH. Wahfiudin Sakam, Mudir Aam JATMAN, Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Divisi Kaderisasi & Penguatan SDM LD-PBNU, Wakil Talqin TQN PP Suryalaya.

Via Purgativa

1. خَلَصَ = murni, bersih dari campuran, pure

Dalam aqidah, keimanan yang bersih dan murni, terbebas dari campuran doktrin-doktrin sesat yang tidak masuk akal sekaligus bertentangan dengan ajaran Islam. Keimanan yang berbasis prinsip tawhid, hanya Allah saja yang diyakini sebagai Tuhan dan Penguasa alam semesta, tidak ada pihak lain yang sejajar dengan Dia.

Hanya Dia yang Maha Ada (the Supreme Being, the real and only existent) sekaligus Maha Mengadakan, Maha Hidup sekaligus Maha Menghidupkan (omnipotent), Maha Cerdas sekaligus Maha Mencerdaskan, Maha Berkehendak (glorious) sekaligus Maha Menghendakkan, Maha Kuasa (tremendous) sekaligus Maha Menguasakan.

Dia adalah Pribadi (individu, personal) yang Maha Dekat (omnipresent, hadir di segala tempat, waktu, dan peristiwa), Maha Mengetahui dan Maha Berbicara (berdialog dan merespon panggilan serta permohonan).

Tapi Dia serba Tak Terjangkau oleh fikiran, penglihatan dan jamahan manusia (mysterious), meskipun selalu membuat orang kagum dan penasaran (fascinant).

2. أَخْلَصَ = memurnikan

Bagaimana cara memurnikan iman yang tawhidi? Ucapkan dan camkan makna Lā ilāha illā Allāh. Dengan Lā ilāha kita menafikan, meniadakan, menyangkal, atau menegasikan keberadaan ilāh lain selain Allah.

Dengan itu kita memurnikan keyakinan tawhid kita, peng-esa-an yang murni, karena bagi kita Allah adalah tunggal, bukan sekadar satu yang berbilang (sehingga ada duanya, tiganya…) atau satu yang bersusun (sehingga ada setengahnya, seperempatnya…). Dia esa, tunggal yang tiada yang menyamai, meyerupai, atau menyetarai.

3. إِخْلَاصٌ = pemurnian

Ikhlāsh adalah verbal noun dari akhlasha¸ nama atas perbuatan orang-orang yang sedang memurnikan imannya. Maka kalimat Lā ilāha illā Allāhdisebut juga kalimatul ikhlāsh (kalimat pemurnian).

Kalimat ini adalah mantera paling sakti, yang dengan itu orang masuk dalam penyerahan diri yang total kepada Allah, dan kalau sudah berserah diri kepada Dia yang Maha Kuasa maka tiada apapun dapat mengalahkan orang itu, tidak juga kehendak atau hawa nafsunya. (bersambung)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...