Yang Ditonjolkan Untuk Diuraikan Pada Anak

Jakarta – Pembahasan mengenai surga dan neraka menjadi salah satu menu favorit yang disajikan pada anak-anak dalam dunia pendidikan. Namun tak jarang konsep beragama yang didasarkan pada orientasi mengejar surga dan takut neraka bisa mengantar anak menjadi seorang pengejar keuntungan (material benefit oriented) atau menjalankan agama karena ancaman (threatened). Apalagi tidak sedikit ditemukan surga dan neraka dijelaskan pada anak-anak dengan narasi yang berlebihan bahkan berasal dari sumber yang tidak valid.

“Kullu mauludin yuladu ‘alal fithrah” begitu sabda Nabi Muhammad Saw. Bahwa setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, sehingga apa yang ditanamkan padanya sejak dini akan berkesan dan membekas bahkan hingga dewasa. Di dalam Al Qur’an, surga dan neraka sendiri merupakan bagian dari kandungan Al Quran yang bersifat tadzkir. Tak salah bila ia diajarkan pada anak namun bukan untuk ditonjolkan.

Menurut pakar Al Quran M. Quraish Shihab, walaupun surga dan neraka mampu merangsang orang melakukan kebaikan, tetapi Al Quran tidak menekankan pada aspek itu. Ada tiga aspek yang ditekankan Al Quran untuk diuraikan dan dipelajari oleh masyarakat khususnya anak-anak. Pertama; Penjelasan tentang manusia, asal kejadian manusia, tujuan penciptaannya, bagaimana akibat perbuatannya dan bagaimana cara memperoleh ketenangan hidup. Kedua; Perintah Al Quran untuk memperhatikan alam raya yang mengantar anak menyadari bahwa ada Tuhan Yang Maha Pencipta dan menghasilkan ilmu pengetahuan yang mengarahkan agar semakin mengenal-Nya. Ketiga; kisah-kisah menarik yang bisa dipetik menjadi pelajaran.

Jika intisari Al Quran adalah Bismillahirrrahmanirrahim (dengan nama Allah Yang Maha Penyayang Maha Pengasih), maka semestinya yang ditonjolkan kepada anak anak dalam mengenalkan Allah Swt itu adalah kasih sayang, cinta dan rahmat-Nya. Sehingga persepsi, pengalaman dan keyakinan dalam beragama dibangun atas dasar kecintaan pada-Nya dan dalam rangka meneladani Tuhan yang Maha Kasih.

Oleh: Ust. Saepuloh

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...