Yayasan Tawakkal Bali Adakan Kajian Dzikir

Bali – Setiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali pukul 12.00, Kiai Wahfiudin dijemput oleh pengurus Yayasan Serba Bakti (YSB) Pontren Suryalaya menuju Masjid Nurul Huda untuk menunaikan shalat Jumat.

“Ustadz Gunawi, Ustadz Tohir dan Ustadz Sukoco yang menjemput kami,” ujar Anis yang ikut mendampingi Kiai Wahfiudin.

Acara pertama adalah pembinaan karakter untuk guru dan siswa di di Yayasan Tawakal. Seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah sebanyak 300 orang hadir menyimak kajian yang disampaikan oleh Wakil Talqin TQN Suryalaya.

Yayasan yang beralamat di Jl.Raya Puputan Renon No. 52, Dangin Puri Kelod – Denpasar Bali ini mengelola sekolah mulai dari tingkat TK hingga Madrasah Aliyah.

“Dzikir itu ada dua macam. Ada dzikir yang diucapkan dengan mulut disebut dzikir jahri, dzikir yang nyata. Ada juga dzikir yang mulut mungkin tidak bertutur kata namun qalbunya yang sibuk mengingat merasakan dan menyadari keberadaan Allah. Itulah dzikir khafiy.” tukas Kiai yang juga Mudir Aam JATMAN.

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat ini mengutip Surat Al-Mulk (67), Ayat 13: “Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”

“Bagi Allah apakah mau dzikir sirri maupun jahri boleh saja. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi di dalam dada.” (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...