Yuk Kenalan Dengan Muhammad Husni, Penggerak Dakwah TQN di Mesir

Jakarta – Pertama kali ke Pontren Suryalaya diajak orang tua ketika duduk di bangku sekolah dasar, “Ayah mengenalkan Pangersa Abah ke saya dengan sebutan Jalmi Shaleh. Maka sedari kecil yang selalu saya ingat ketika akan berkunjung ke Pontren Suryalaya adalah mau ke jalmi shaleh,” ujar Muhammad Husni Abdul Azis.

Pemuda kelahiran Ciamis 16 April 1998 ini bahkan di masa awalnya tidak kenal nama Suryalaya. “Yang saya ingat dan kenal adalah tempatnya jalmi shaleh,” ucap mahasiswa Universitas Al-Azhar Jurusan Syariah Islamiyyah.

Muhammad Husni Abdul Azis salah seorang penggerak dakwah TQN di Mesir. (Foto: TQNNews)

Wasilah orang tuanya, Husni, panggilan akrab mahasiswa tahun pertama ini menjadi pengamal TQN Pontren Suryalaya. “Ini memotivasi saya untuk mengembangkan dakwah TQN di Mesir. Mohon doanya,” sambungnya melalui pesan singkat.

Putra dari pasangan Sugriawan dan (Alm.) Nunung Yuningsih ini tiba di Mesir 24 November 2018. “Ibunda kembali ke pangkuan Ilahi rabbi sehari sebelum saya berangkat ke Mesir. Beliau kembali bersama ‘tasbih’ kesayangannya,” kenangnya.

Kepergian ibunda memotivasi Husni belajar dengan baik di Al-Azhar dan bertekad mengamalkan mengamankan dan melestarikan amaliyah TQN Pontren Suryalaya.

Ikhwan TQN Pontren Suryalaya yang sedang studi di Univ. Al-Azhar Mesir foto bersama selepas manaqib. (Foto: TQNNews)

“Dulu waktu di kampung (Sumanding Wetan, Mekarsari, Banjar) ayah adalah sesepuh manaqib. Kami biasa adakan manaqib ahad pertama setiap bulannya,” terang Husni.

“Alhamdulillah di mesir kami sudah beberapa kali menyelenggarakan manaqib. Mohon doa agar bisa istiqamah. Manaqib setiap akhir pekan, akhir bulan,” ujar anak pertama dengan dua adik perempuan ini.

Langkah pertama yang dilakukan Husni adalah mendata ikhwan TQN yang sedang studi di Mesir. Husni dibantu beberapa rekannya antara lain Haidar Masyhur, Reza Saepudin, Iqbal Mohammad dan lainnya.

Husni dengan kedua rekannya di depan sekretariat TQN Mesir. (Foto: TQNNews)

“WhatsApp Group pengamal TQN di Mesir sudah kami buat sebagai sarana komunikasi. Kini kami sedang merapikan administrasi ikhwan,” jelasnya.

Ikhwan TQN di Mesir berharap upaya yang mereka lakukan menjadi langkah awal untuk mengamalkan dan mengembangkan TQN Pontren Suryalaya sesuai tuntunan Guru Mursyid Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul ‘Arifin (qs),” tutup Pengurus Marhalah PCINU Mesir Divisi Kajian dan Keilmuan. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...