Ini 5 Prinsip yang Membedakan Bisnis Biasa dengan Bisnis Syariah

Bisnis syariah? memang apa bedanya dengan bisnis biasa. Kalau bisnis biasa itu bisa dibilang segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli, usaha dagang baik barang atau jasa yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan atau laba.

Bedanya, bisnis syariah tidak sekedar mencari laba atau keuntungan duniawi. Tetapi segala bentuk usaha jual beli yang berlandaskan nilai-nilai dan hukum syariah.

Untuk kamu yang akan memulai bisnis syariah atau hijrah dari bisnis biasa jadi bisnis syariah. Berikut prinsip bisnis syariah yang perlu kamu ketahui:

1. Memahami halal haram dalam setiap aspek bisnis
Bisnis juga perlu ilmu menyangkut halal dan haram dalam setiap transaksi. Poin utama ini yang akan menjaga bisnis tetap dalam koridor syariat atau tidak. Bisnis syariah tidak sekadar mencari asal untung melainkan juga mencari ridha Allah Swt. Salah satunya, untuk melihat ketentuan hukum yang berkaitan dengan bisnis syariah bisa merujuk pada Fatwa-Fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Pusat. (Foto: FreePik)
2. Mengimplementasikan aturan secara syar’i
Dalam implentasinya pastikan halal produknya, ada ijab qabul atau perjanjian serah terima sehingga jelas jenis akadnya dan tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Bisnis yang tergolong sesuai syariah juga mesti terhindar dari unsur maysir (perjudian), riba dan gharar (ketidakjelasan) karena bisa menimbulkan kezaliman. (Foto: FreePik)
3. Tidak hanya berorientasi dunia tetapi juga akhirat
Bisnis syariah tidak hanya berorientasi keuntungan duniawi. Justru syariah menjadi panduan agar manusia memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Foto: FreePik)
4. Ada aspek moralitas
Bisnis syariah berprinsip pada keadilan. Aspek moralitas menjadi unsur penting dalam berlangsungnya bisnis syariah. bagaimana bisnis dijalankan secara jujur, adil, bertanggung jawab dan berakhlak. Prinsipnya, tidak ada kesewenang-wenangan dan tidak boleh saling menzalimi. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. An-Nisa: 29). (Foto: FreePik)
5. Berpijak pada nilai ruhiyah
Dalam Islam bisnis bisa tergolong bentuk ibadah (ghairu mahdhah) selama dilakukan demi karena Allah dan dalam konteks kepatuhan pada-Nya. (Foto: FreePik)

Bukan hanya berpijak pada ketentuan fiqih semata, bisnis juga ditempatkan sebagai bentuk penghambaan diri pada Allah sekaligus upaya mendekatkan diri pada-Nya. Itu sebabnya dalam Islam niat menjadi pondasi dari setiap aktivitas yang dilakukan.

Bisnis syariah dilakukan bukan hanya untuk menjemput rezeki tapi dekat dengan Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Bukan sekadar mencari untung tapi memperoleh keberkahan di dunia dan di akhirat.

Rekomendasi
Komentar
Loading...