Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Pentolan Ulama Aswaja di Nusantara

Tim Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan menggelar Pameran Sejarah, Karya dan Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pada Senin (07/06) di Hotel Ningrat Bangkalan.

“Berawal dari sebuah panggilan khidmah, serta kegelisahan Ketua Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil: Lora Usman Hasan terhadap masyarakat yang menggandrungi sosok karismatik Syaikhona Muhammad Kholil yang lebih pada karomahnya, lebih pada nuansa mistis atau supranatural, padahal, menurut penelusuran Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil mendapatkan data dan fakta bahwa Syaikhona Muhammad Kholil itu mempunyai banyak karya yang melimpah dan karunia ilmu yang luar biasa. Nah, inilah salah satu faktor yang melatar belakangi tim Lajnah membuat pameran karya Syaikhona untuk menampilkan karya dan sosok Syaikhona pada publik bahwa sumbangsih Syaikhona terhadap dunia pendidikan sangat luar biasa, metode pengajaran, santri, guru, dan hal ihwal ilmu beliau perlu kita tau dan kita teladani. Sekali lagi, sumbangsihnya Syaikhona tidak hanya di dalam keilmuan nusantara, bahkan dunia,” tutur Ahmad Mujelli, Sekretaris Pelaksana Pameran sebagaimana dikutip dari turats.id.

Acara diselenggarakan selama dua hari hingga Selasa esok (08/06). Adapun agenda kegiatan terdiri dari pameran jejak sejarah dan peninggalan turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, lalu Seminar Nasional jejak sejarah dan peninggalan turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dan kontribusinya untuk peradaban di Nusantara, dan Focus Group Disscussion (FGD) dengan kajian mendalam tentang khazanah manuskrip pesantren berkaitan dengan eksistensi dan keberlanjutan untuk peradaban.

Seminar Nasional yang diadakan secara live streaming via Zoom terdiri dari lima materi, yakni “Jejaring Ulama Jawa, Nusantara, Asia dan Hijaz” oleh KH. Miftahul Akhyar Rais Aam PBNU dan Ketua MUI Pusat. “Kelindan Lingkaran Aswaja, NU, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dan Negara Indonesia” oleh KH. Afifuddin Muhajir Rais Syuriah PBNU.

“Beliau adalah salah satu pentolan ulama ahlussunnah wal jamaah di nusantara. Beliau adalah Asy’ariyul aqidah, Syafi’iyul fiqhi, Junaidiyut tasawuf, Naqsyabandiyatut thariqah,” ucap Kiai Afif  pakar ushul fiqih yang mendapatkan gelar doctor honoris causa dari UIN Walisongo Semarang.

Materi selanjutnya ialah “Cakrawala Keilmuan dan Peninggalan Turots Syaikhona Muhammad Kholil” oleh KH. Bahauddin Nursalim Rais Syuriah PBNU. “Harta Karun Kekayaan Intelektual Pesantren serta Kontribusinya pada Dunia” oleh Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. “Episentrum Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dalam Perjuangan Agama, Pesantren dan Negara” oleh Dr. KH. Afifuddin Dimyati, LC., M.A Katib PBNU.

Wakil Ketua LDTQN Provinsi DKI Jakarta H. Andhika Darmawan memandang kegiatan tersebut bisa melestarikan peninggalan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan sekaligus bisa memberikan inspirasi.

“InsyaAllah kegiatan Pameran & Seminar Nasional ini memiliki kedudukan dan nilai seperti penyelenggaraan Manaqib Syaikhona Kholil Bangkalan ra. Namun diselenggarakan dalam kemasan acara yang profesional dan kekinian. Sehingga yg mengikuti kegiatannya tidak hanya mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah Swt. Bahkan mendapatkan pencerahan dan inspirasi utk meneruskan perjuangan Syaikhona menebarkan kebaikan dan manfaat untuk kejayaan Islam dan NKRI tercinta,” tutur muballigh TQN Pontren Suryalaya tersebut.

Rekomendasi
Komentar
Loading...