Wali Allah Yang Dicemburui Para Nabi dan Syuhada

Imam Zamakhsyari dalam tafsirnya Al Kasysyaf memberikan definisi siapakah wali itu.

الولي من تولى الله بالطاعة فتولاه الله بالكرامة

Wali ialah orang yang diberi kemampuan oleh Allah Swt untuk melakukan ketaatan, kemudian Allah menjadikannya wali dengan memberinya karamah.

Sa’d dalam kitab al ‘Aqaid al Nafsiyyah dan Jalaluddin al Mahalli dalam Syarh Jam’ul Jawami’ menerangkan bahwa para wali adalah orang-orang yang makrifat kepada Allah Swt yang selalu istiqamah melakukan taat dan menjauhi segala macam maksiat serta selalu berpaling dari tenggelam dalan kenikmatan dan syahwat. Dikatakan juga bahwa wali Allah ialah yang mencintai saudaranya mukmin.

Sebenarnya beragam definisi wali yang bisa dikemukakan oleh para ulama maupun dari hadis. Tetapi menanggapi definisi yang tersebut terakhir kiranya bersumber dari sebuah hadis nabi Saw yang menyatakan;

إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ، يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى “. قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ، تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ. قَالَ : ” هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ، وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا، فَوَاللَّهِ إِنَّ وُجُوهَهُمْ لَنُورٌ، وَإِنَّهُمْ عَلَى نُورٍ، لَا يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ، وَلَا يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ “. وَقَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ : أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sayyidina Umar menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda: “Sungguh Allah mempunyai hamba-hamba yang dicemburui para Nabi dan Syuhada karena kedekatan kedudukan mereka di sisi Allah pada hari kiamat, tapi mereka bukanlah nabi dan syuhada.” Baca juga…

Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kamu akan memberitahun kepada kami siapakah mereka? Nabi Saw bersabda: “Merekalah yang saling mencintai dengan ruh Allah, bukan karena hubungan rahim ataupun harta yang saling mereka bagi. Demi Allah, sungguh wajah mereka itu bercahaya. Mereka juga berada dalam cahaya. Saat umat manusia merasa takut dan sedih, mereka tidak merasakannya. Dan beliau membaca ayat ini, “Ketahuilah, para wali Allah itu tidak ada ketakutan dan tidak merasa sedih”. (HR. Abu Dawud)

Dalam hadis yang lain yang senada, Muadz bin Jabal mendengar Rasulullah Saw bersabda, Allah Swt berfirman:

الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ

Orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, maka mereka akan memiliki mimbar dari cahaya yang dicemburui para nabi dan syuhada (HR. Tirmidzi).

Wali Allah bukan hanya dicemburui oleh para nabi dan orang yang wafat dalam keadaan syahid, tapi juga mereka akan mendapatkan naungan khusus dari Allah Swt pada hari kiamat. Sebagaimana diutarakan dalam hadis qudsi berikut;

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي، الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي، يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: di manakah orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka di bawah naungan-Ku, di hari tiada naungan kecuali naungan-Ku (HR. Muslim).

Orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku maksudnya karena kebesaran-Ku dan ketaatan kepada-Ku bukan (mencintai) karena urusan dunia.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : ” مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ، وَأَعْطَى لِلَّهِ، وَمَنَعَ لِلَّهِ ؛ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan mencegah karena Allah maka sungguh ia telah menyempurnakan iman (HR. Abu Dawud).

Dengan demikian, wali Allah memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Yang di antara cirinya ialah mencintai saudaranya sesama mukmin karena Allah. Bukan mencintai atas dasar kepentingan duniawi atau pun keuntungan pribadi. Para wali juga ialah mereka yang tulus mencintai Allah dalam setiap keadaan. Membenci, mencintai, memberi atau pun menolak karena Allah. Baca juga…

Maka dari sini sudah sepatutnya kita mencintai para wali Allah. Karena disebutkan dalam hadis bahwa seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya. Jika kita mencintai para wali Allah, maka kita akan dikumpulkan dengan orang yang kita cintai.

Terkait dengan pentingnya kita mencintai para wali dan memperoleh cintanya, Nabi Saw mengajarkan doa yang biasa dilafalkan Nabi Dawud as;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Ya Allah, saya memohon kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan amal yang menyampaikan cinta kepada-Mu. Ya Allah, jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai dibanding cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang dingin. (HR. Tirmidzi).

Rekomendasi
Komentar
Loading...